Sukses

Pengertian Gracetam

Gracetam adalah obat yang mengandung Piracetam dengan bentuk sediaan kaplet yang diproduksi oleh Graha Farma. Gracetam digunakan untuk mengobati kognitif pada insufisiensi serebrokortikal (gangguan pada otak). Selain itu, Gracetam digunakan sebagai terapi tambahan dalam mioklonus kortikal (kontraksi pada otak).

Keterangan Gracetam

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Nootropics dan Neurotonics / Neurotrophics
  • Kandungan: Piracetam 400 mg; Piracetam 800 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 5 Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Graha Farma.

Kegunaan Gracetam

Gracetam digunakan untuk meningkatkan daya ingat akibat jaringan otak yang rusak.

Dosis & Cara Penggunaan Gracetam

Gracetam merupakan golongan obat keras, sehingga penggunaanya harus sesuai dengan anjuran resep dokter.

  • Terapi tambahan dalam gangguan pada sisten saraf pusat (mioklonus kortikal)
    Dewasa:
    Awalnya, 7.2 g setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi; dapat meningkat 4.8 g setiap 3-4 hari.
    Maksimal : 24 g setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi.
  • Meningkatkan kemampuan kognitif pada penurunan kognisi otak karena gangguan otak (insufisiensi serebrokortikal)
    Dewasa: 2.4 g setiap hari dalam 2-3 dosis terbagi. Untuk kasus yang parah: Hingga 4.8 g setiap hari atau lebih tinggi.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu di bawah 25°C.

Efek Samping Gracetam

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Gracetam, antara lain:

  • Nyeri perut
  • Diare
  • Mual, muntah
  • Mengantuk
  • Halusinasi
  • Depresi
  • Lemas
  • Vertigo
  • Sakit kepala
  • Insomnia
  • Epilepsi yang memburuk
  • Gangguan keseimbangan
  • Gangguan pendarahan
  • Ruam, dan gatal.

Kontraindikasi:
Hindari penggunaan Gracetam pada pasien yang memiliki indikasi alergi terhadap piracetam, pasien dengan riwayat pendarahan otak, ibu hamil dan menyusui.

Interaksi obat:
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Gracetam:

  • Dapat menyebabkan kebingungan, iritabilitas, dan gangguan tidur dengan ekstrak tiroid.
  • Peningkatan efek farmakologis dari antikoagulan, antiplatelet (misalnya Asam asetilsalisilat).
Artikel
    Penyakit Terkait