Obat Jantung

Goron

Klikdokter, 09 Jan 2021

Ditinjau Oleh Tim Apoteker Klikdokter

Goron digunakan untuk mengobati penyakit pembuluh darah arteri perifer dan sindrom Raynaud.

Pengertian

Goron adalah obat yang di produksi oleh Nulab Pharmaceutical Indonesia. Obat ini mengandung Cinnarizine yang diindikasikan untuk mengobati penyakit pembuluh darah arteri perifer; sindrom Raynaud. Goron bekerja secara selektif menghambat masuknya kalsium ke dalam sel-sel yang terdepolarisasi, sehingga mengurangi ion-ion kalsium bebas yang tersedia untuk induksi dan pemeliharaan kontraksi.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Vasodilator Periferal dan Aktivator Serebral / Obat Antivertigo
  • Kandungan: Cinnarizine 25 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Nulab Pharmaceutical Indonesia.
  • Harga: Rp. 20.000 - Rp. 40.000/ Strip

Kegunaan

Goron digunakan untuk mengobati penyakit pembuluh darah arteri perifer; sindrom Raynaud (kondisi yang disebabkan oleh berkurangnya aliran darah ke bagian tubuh tertentu, terutama jari tangan atau jari).

Dosis & Cara Penggunaan

Goron termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  • Dosis awal: 3 tablet, diminum 3 kali sehari.
  • Dosis penunjang: 3 tablet, diminum 2-3 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius.

Efek Samping

Efek samping penggunaan Goron yang mungkin terjadi adalah:

  • Hipotensi (tekanan darah rendoh) jika diberikan pada dosis besar
  • Mengantuk
  • Sakit kepala
  • Gangguan saluran cerna
  • Jarang terjadi: reaksi kulit alergik, letih

Overdosis

  • Gejala: Perubahan kesadaran mulai dari mengantuk hingga pingsan dan koma, muntah, gejala ekstrapiramidal, hipotonia; kejang (pada anak kecil).
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Pertimbangkan pemberian arang aktif dalam waktu 1 jam setelah overdosis. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan penyakit Parkinson dan hipotensi.

Interaksi Obat
Meningkatkan efek sedatif jika diberikan bersamaan dengan depresan sistem saraf pusat.