Sukses

Pengertian Glimetic

Glimetic adalah obat yang mengandung Glimepiride yang dipakai sebagai obat diabetes oral yang membantu mengontrol kadar gula darah. Glimetic digunakan bersama dengan diet dan olahraga untuk mengobati diabetes tipe 2. Insulin atau obat diabetes lainnya kadang-kadang digunakan dalam kombinasi dengan Glimetic jika diperlukan.

Keterangan Glimetic

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiabetik
  • Kandungan: Glimepiride 2 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 5 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Hexpharm Jaya
  • Estimasi harga: Rp 15.000 - Rp 40.000 / Strip.

Kegunaan Glimetic

Glimetic digunakan dalam terapi DM tipe 2 yang kadar gula darahnya tidak terkontrol dengan diet dan aktivitas fisik.

Dosis & Cara Penggunaan Glimetic

Glimetic termasuk dalam golongan obat keras, penggunaannya harus berdasarkan resep Dokter. Dosis awal biasanya adalah 1 mg sekali sehari. Bila perlu, dosis harian dapat ditingkatkan dengan interval 1-2 minggu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-30 derajat Celcius.

Efek Samping Glimetic

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Glimetic adalah gangguan saluran cerna seperti mual, muntah, diare.

Overdosis
Gejala overdosis Glimepiride adalah mual, muntah, nyeri epigastrium, hipoglikemia, gelisah, tremor, gangguan penglihatan, masalah koordinasi, kantuk, koma, kejang-kejang.

Kontraindikasi
Glimetic sebaiknya tidak digunakan untuk kondisi dibawah ini:

  • Pasien yang mempuyai riwayat riwayat hipersensitif (reaksi berlebihan) terhadap komponen Glimetic
  • Pasien dengan ketoasidosis diabetes dengan atau tanpa koma
  • Pasien yang mempunyai penyakit gangguan ginjal

Interaksi Obat
Interaksi obat Glimetic antara lain:

  • Aspirin
  • Sulfonamida
  • Chloramphenicol
  • Clarithromycin
  • Warfarin
  • ACE inhibitor
  • Fluoxetine
  • Quinolone
  • Beta blocker
  • Diuretik
  • Kortikosteroid
  • Phenytoin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Glimetic ke dalam Kategori C: Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait