Sukses

Pengertian Gliclazide

Gliclazide adalah obat yang digunakan untuk terapi pengobatan diabetes mellitus tipe 2 (tidak tergantung asupan insulin) pada orang dewasa yang tidak dapat dikendalikan dengan diet saja. Gliclazide bekerja dengan cara menurunkan kadar gula darah dengan cara mengikat secara selektif reseptor pada permukaan sel pankreas sehingga meningkatkan sekresi insulin di dalam tubuh.

Keterangan Gliclazide

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiabetes
  • Kandungan: Gliclazide 80 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 5 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Tempo Scan Pacific; Dexa Medica

Merk dagang yang beredar di Indonesia:
Xepabet, Fonylin MR, Glucodex, Linodiab, Glidex.

Kegunaan Gliclazide

Gliclazide digunakan untuk menurunkan kadar gula darah pada penderita diabetes melitus tipe 2.

Dosis & Cara Penggunaan Gliclazide

Gliclazide merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras, sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Gliclazide juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.
Aturan penggunaan Gliclazide:

  • Dosis bersifat individual berdasarkan kadar glukosa darah pasien.
  • Dosis awalnya: diberikan dosis 40-80 mg setiap hari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap menjadi 320 mg setiap hari jika perlu.
  • Dosis> 160 mg setiap hari diberikan dalam 2 dosis terbagi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 15-30°C.

Efek Samping Gliclazide

Efek samping yang mungkin muncul selama penggunaan Gliclazide, antara lain:

  • Hipoglikemia (kadar gula darah lebih rendah dari normal)
  • Gangguan saluran pencernaan termasuk sakit perut, mual, muntah, pencernaan yangg terganggu, diare, dan sembelit.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Gliclazide pada pasien:

  • Hipersensitif terhadap sulfonamid.
  • Diabetes tipe 1; diabetes pra-koma dan koma, ketoasidosis diabetikum; insufisiensi ginjal atau hati yang parah.
  • Pengobatan dengan mikonazol.
  • Wanita menyusui.

Interaksi Obat
Tidak boleh diberikan bersamaan dengan obat-obat berikut ini:
Mikonazol, fenilbutazon, alkohol, agen antidiabetik lain, β-blocker, flukonazol, penghambat ACE, antagonis reseptor H2, MAOI, sulfonamida, obat anti inflamasi non steroid, danazol, klorpromazin, glukokortikoid, ritodrine, salbutamol, terbutantol, antikoagulan.

Overdosis

  • Gejala overdosis Gliclazide antara lain reaksi hipoglikemik dengan atau tanpa koma, kejang atau gangguan neurologis lainnya.
  • Jika terjadi overdosis, pertimbangkan asupan karbohidrat, atau modifikasi diet dan penyesuaian dosis. Pemberian injeksi IV cepat 50 mL (20-30%) larutan glukosa pekat, diikuti oleh infus berkelanjutan larutan glukosa encer 10%. Disarankan untuk melakukan pemantauan ketat.
Artikel
    Penyakit Terkait