Sukses

Pengertian Gliaride

Gliaride adalah produk obat dengan sediaan tablet yang diproduksi oleh Otto Pharmaceuticals. Gliaride mengandung zat aktif Glimepiride yang diindikasikan untuk mengontrol gula darah tinggi pada orang dengan diabetes tipe 2. Glimepiride termasuk dalam kelas obat yang dikenal sebagai sulfonylureas.

Glimepiride digunakan dengan program diet dan olahraga yang tepat untuk mengontrol gula darah tinggi pada orang dengan diabetes tipe 2. Obat ini juga dapat digunakan dengan obat diabetes lainnya. Glimepiride juga digunakan untuk membantu mengontrol gula darah tinggi membantu mencegah kerusakan ginjal, kebutaan, masalah saraf, kehilangan anggota tubuh, dan masalah fungsi seksual. Kontrol diabetes yang tepat juga dapat mengurangi risiko serangan jantung atau stroke.

Keterangan Gliaride

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiabetik
  • Kandungan: Glimepiride 2 mg; Glimepiride 3 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 5 Strip @10 Tablet
  • Farmasi: Otto Pharmaceuticals
  • Etimasi harga: Rp 50.000 - Rp 80.000 / Strip.

Kegunaan Gliaride

Gliaride digunakan untuk mengontrol gula darah tinggi pada orang dengan Diabetes Tipe 2.

Dosis & Cara Penggunaan Gliaride

Obat ini termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep dokter. Aturan penggunaan Gliaride secara umum untuk dewasa adalah, dosis awal 1 mg setiap hari, dapat meningkat dengan penambahan 1 mg pada interval 1-2 minggu sesuai dengan respons. Dosis pemeliharaan 4 mg / hari, dosis maksimal 6 mg/hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 25 derajat Celcius.

Efek Samping Gliaride

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Gliaride:
1. Gangguan gastrointentinal (GI)
2. Gangguan penglihatan sementara
3. Hipoglikemia (kadar gula darah rendah)
4. Peningkatan enzim hati
5. Trombositopenia (jumlah trombosit dalam tubuh menurun).
6. Leukopenia (endahnya jumlah sel darah putih).
7. Anemia hemolitik (kadar darah berkurang)
8. Reaksi alergi
9. Porfiria (kelainan genetik).

Overdosis
Gejala overdosis Glimepiride adalah mual, muntah, nyeri epigastrium, hipoglikemia, gelisah, tremor, gangguan penglihatan, masalah koordinasi, kantuk, koma, kejang-kejang.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Gliaride pada pasien yang memiliki indikasi:
1. Hipersensitif terhadap glimepiride, sulfonilure, dan sulfonamid.
2. Diabetes Melitus tipe 1.
3. Pasien dengan kelainan ginjal berat dan gangguan fungsi hati.
4. Wanita hamil dan menyusui.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Gliaride:

  • Insulin, obat antidiabetik oral lainnya, allopurinol, steroid anabolik, hormon seksual pria, kloramfenikol, turunan kumarin, siklofosfamid, MAOI, mikonazol, asam p-aminosalisilat, pentoksifilin dosis tinggi (dosis parenteral) , azapropazone, oxyphenbutazone, probenecid, antibiotik quinolone, salisilat, sulfinpirazon, sulfonamid, tetrasiklin, tritoqualine dan trofosfamide dapat meningkatkan efek hipoglikemik.
  • Asetetazolamid, barbiturat, kortikosteroid, diazoksida, diuretik, epinefrin (adrenalin), agen simpatomimetik lainnya, glukagon, laksatif, asam nikotinat (dalam dosis tinggi) dapet menurunkan efek hipoglikemik.

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Gliaride ke dalam Kategori C dengan penjelasan sebagai berikut:
Studi pada binatang percobaan memperlihatkan adanya efek samping pada janin (teratogenik atau embriosidal atau efek samping lainnya) dan belum ada studi terkontrol pada wanita, atau studi terhadap wanita dan binatang percobaan tidak dapat dilakukan. Obat hanya dapat diberikan jika manfaat yang diperoleh melebihi besarnya resiko yang mungkin timbul pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait