Sukses

Pengertian Ginifar

Ginifar adalah obat yang memiliki kandungan berupa metamizole sodium. Obat ini digunakan untuk mengatasi demam dan mengurangi nyeri, seperti sakit kepala, peradangan, dan sakit gigi.

Cara kerja metamizole yakni dengan menghambat prostaglandin, senyawa penyebab terjadinya peradangan.

Keterangan Ginifar

Berikut ini keterangan Ginifar, mulai dari golongan obat hingga harga:

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Analgesik (Non-Opioid) dan Antipiretik
  • Kandungan: Metamizole sodium 500 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: PT Ifars Pharmaceutical Laboratories
  • Estimasi Harga: Rp 3.000 - Rp 10.000/ Strip

Artikel Lainnya: Bolehkah Anak Demam Tidur Pakai AC?

Kegunaan Ginifar

Obat Ginifar berfungsi untuk mengatasi demam sekaligus nyeri.

Dosis dan Cara Penggunaan Ginifar

Ginifar merupakan obat keras yang memerlukan resep dokter.

  • Dosis dewasa: 0.5-1 gram hingga 3-4x sehari. Dosis maksimal: 4 g setiap hari. Durasi pengobatan maksimal: 3-5 hari.
  • Dosis anak-anak: 8-16 mg/kg sebagai dosis tunggal, dapat diulangi jika perlu hingga 3 atau 4 kali sehari. 

Cara Penyimpanan Ginifar

Simpan pada suhu 25 derajat Celsius.

Efek Samping Ginifar

Efek samping yang dapat terjadi selama pengunaan Ginifar, yaitu:

Artikel Lainnya: Cara Mudah dan Cepat Atasi Sakit Gigi

Overdosis

Gejala overdosis metamizole, antara lain:

  • Mual
  • Muntah
  • Demam
  • Gangguan ginjal
  • Gagal ginjal akut

Jarang terjadi: vertigo, hipotensi, takikardia, sesak, kejang, koma.

Kontraindikasi

Jangan memberikan Ginifar apabila memiliki kondisi berikut:

  • Hipersensitivitas terhadap metamizole, obat antiinflamasi nonsteroid lainnya, analgesik lainnya, turunan pyrazolone lainnya
  • Anemia aplastik
  • Leukopenia
  • Agranulositosis
  • Gangguan hati dan ginjal berat (Intravena/ intramuskular)
  • Anak-anak
  • Wanita hamil.
  • Wanita menyusui.

Interaksi Obat

Berikut adalah interaksi obat yang dapat terjadi pada penggunaan obat Ginifar:

  • Meningkatkan efek fenitoin, sulfonamid, agen antidiabetik oral
  • Mengurangi kadar siklosporin
  • Risiko terjadinya trombositopenia dengan anticoagulant.
  • Risiko terjadinya hipotermia berat dengan phenotiazine lain.
  • Menaikkan efek hematotoksisitas dari metotreksat.

Artikel Lainnya: Hindari Hal Ini Saat Dilanda Sakit Kepala!

Kategori Kehamilan

Kategori C (Trimester pertama dan kedua): Studi pada hewan menunjukkan adanya efek buruk pada janin. Namun, tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil. Obat hanya dapat diberikan jika manfaatnya lebih besar daripada potensi risiko pada janin.

Kategori D (Trimester ketiga): Ada bukti bahwa obat ini berisiko pada janin manusia. Namun, penggunaan obat mungkin mendatangkan manfaat yang lebih besar daripada risikonya, misalnya dalam situasi yang mengancam jiwa.

Peringatan Menyusui

Metamizole sodium dapat terserap ke dalam ASI. Harap tanyakan dulu kepada dokter sebelum menggunakan obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait