Sukses

Pengertian Gilenya

Gilenya merupakan obat yang diproduksi oleh PT. Novartis. Tiap kapsul Gilenya mengandung Fingomolid Hydrochloride. Gilenya digunakan untuk perawatan, kontrol, pencegahan, dan perbaikan penyakit multiple sclerosis. Multiple sclerosis adalah gangguan saraf pada otak, mata, dan tulang belakang.

Keterangan Gilenya

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: ‎Imunosupresan
  • Kandungan: Fingomolid Hydrochloride 0.5 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 2 Strip @ 14 Kapsul
  • Farmasi: PT. Novartis.

Kegunaan Gilenya

Gilenya digunakan untuk perawatan, kontrol, pencegahan, dan perbaikan penyakit multiple sclerosis.

Dosis & Cara Penggunaan Gilenya

Gilenya merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Gilenya juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu.

Penggunaan Gilenya secara umum:

  • Dewasa dan anak > 10 tahun dengan BB diatas 40 Kg: 0,5 mg sekali sehari.
  • Dewasa dan anak > 10 tahun dengan BB dibawah 40 Kg: 0,25 mg sekali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 25 derajat Celcius, di tempat yang kering.

Efek Samping Gilenya

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Bradiaritmia (Irama jantung lambat),
  • Blok atrioventricular (penyumbatan sebagian atau seluruh konduksi impuls listrik dari atrium jantung menuju ventrikel),
  • Edema (Pembengkakan pada anggota tubuh yang terjadi karena penimbunan cairan di dalam jaringan)
  • Efek respiratori (Gangguan sistem pernafasan).

Kontraindikasi
Pasien yang memilki riwayat hipersensitif terhadap fingomolid Hydrochloride.

Interaksi Obat
Meningkatnya risiko bradikardia dengan obat yang dapat memperlambat denyut jantung seperti obat golongan betablocker.

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan Gilenya ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin namun belum ada studi kontrol pada wanita hamil, obat dapat diberikan apabila efek terapinya lebih besar dari resiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait