Sukses

Pengertian Gestin F1

Gestin F1 Injeksi merupakan obat yang diproduksi oleh PT. Harsen, obat ini adalah kontrasepsi suntik 1 bulanan yang mengandung medroxyprogesterone acetate, micronized 50 mg/ml, estradiol cypionate, micronized 10 mg/ml. Tujuan penggunaan kontrasepsi ini adalah untuk menunda kehamilan karena alasan tertentu yang sebaiknya atas anjuran Dokter. Obat ini bekerja untuk menghambat proses pembuahan atau rahmi turun saat hamil muda pada wanita

Keterangan Gestin F1

  • Golongan : Obat Keras
  • Kelas Terapi : Kontrasepsi
  • Kandungan : medroxyprogesterone acetate, micronized 50 mg/ml, estradiol cypionate, micronized 10 mg/ml.
  • Bentuk : Vial
  • Satuan Penjualan : Vial
  • Kemasan : Dus, 20 Vial @ 0,5 ml.
  • Farmasi : PT. Harsen

Kegunaan Gestin F1

Gestin F1 merupakan kontrasepsi untuk wanita. Tujuannya untuk menunda kehamilan karena alasan tertentu.

Dosis & Cara Penggunaan Gestin F1

Gestin F1 merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan gestin F1 juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

0,5 ml melalui IM, Injeksi pertama pada siklus mensturasi normal atau setidaknya 4 minggu ( sedang tidak menyusui ) atau 6 minggu ( sedang menyusui ) setelah melahirkan. Injeksi kedua diberikan setelah 30 hari setelah diberikan injeksi pertama.

Efek Samping Gestin F1

Secara umum wanita akan tetap memiliki siklus mentruasi normal setelah pemberian KB suntik 1 bulan, namun dapat juga terjadi gangguan menstruasi seperti lebih lambat atau lebih cepat, amenore, spotting atau ngeflek, dan pendarahan yang lebih lama dan berat.

Kontraindikasi :
KB suntik tidak boleh digunakan untuk :
1. Ibu hamil
2. Ibu yang menyusui kurang dari 6 bulan setelah melahirkan
3. Pasien dengan riwayat darah tinggi
4. Kanker dan kelainan payudara
5. Penyakit Jantung

Interaksi Obat :
Aminoglutethimide, rifampicin, fenitoin, fenobarb, carbamazepine, antibiotik (ampisilin, tetrasiklin, griseofulvin).

Artikel
    Penyakit Terkait