Sukses

Pengertian Gemfibrozil

Gemfibrozil adalah obat generik yang digunakan bersama dengan diet yang tepat dapat membantu mengurangi kadar kolesterol "jahat" dan meningkatkan kolesterol "baik" dalam darah. Gemfibrozil bekerja dengan mengurangi jumlah lemak yang diproduksi oleh hati, sehingga dengan menurunkan kolesterol jahat juga dapat menurunkan risiko penyakit pankreas. Namun, Gemfibrozil mungkin tidak menurunkan risiko serangan jantung atau stroke. 

Keterangan Gemfibrozil

  1. Gemfibrozil Kapsul
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Dislipidemia
    • Kandungan: Gemfibrozil 300 mg
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 kapsul ; Box, 10 Strip @ 12 kapsul
    • Farmasi: Phapros; Indofarma
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Hypofil, Lipira, Lipres
    • Harga: Rp. 3.000 - Rp. 22.000/ Strip
  2. Gemfibrozil Kaplet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Dislipidemia
    • Kandungan: Gemfibrozil 600 mg
    • Bentuk: Kaplet Salut Selaput
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Kaplet
    • Farmasi: Indofarma
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Lapibroz
    • Harga: Rp. 7.000 - Rp. 65.000/ Strip

Kegunaan Gemfibrozil

Gemfibrozil digunakan untuk menurunkan kadar kolesterol yang tinggi didalam darah.

Dosis & Cara Penggunaan Gemfibrozil

Gemfibrozil termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

Hiperlipidemia: 1,2 gram per hari dalam 2 jadwal konsumsi; atau 900 mg diberikan 1 kali sehari pada sore atau malam hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius, di tempat kering dan terhindar dari cahaya.

Efek Samping Gemfibrozil

Efek samping penggunaan Gemfibrozil yang mungkin terjadi adalah:

  • Dispepsia (Berkurangnya daya atau fungsi pencernaan).
  • Vertigo (berputar atau melayang).
  • Fibrilasi atrium (atrium berdenyut tidak beraturan dan cepat)
  • Diare.
  • Nyeri perut.
  • Ruam.
  • Sakit kepala.
  • Kejang.
  • Mual dan muntah.
  • Eksim (peradangan kulit).

Overdosis

  • Gejala: Sakit perut, kram, laju filtrasi glomerulus yang abnormal, diare, peningkatan creatine phosphokinase (CPK), nyeri sendi dan otot, mual dan muntah.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Pada overdosis akut, segera lakukan lavage lambung. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Memiliki riwayat fotosensitifitas (reaksi tubuh yang terlalu berlebihan terhadap paparan sinar ultraviolet) atau reaksi fototoksik bersama fibrat.
  • Memiliki riwayat kandung empedu atau penyakit saluran empedu yang sudah ada sebelumnya (misalnya: Batu empedu).
  • Hepatik berat (termasuk sirosis bilier primer) dan gangguan ginjal berat.
  • Ibu menyusui.
  • Penggunaan bersamaan dengan repaglinide, dasabuvir, atau statin.

Interaksi Obat

  • Meningkatkan risiko hipoglikemia jika dikombinasikan dengan repaglinide.
  • Meningkatkan risiko rhabdomyolysis dan miopati, jika digunakan bersama dengan obat kolesterol golongan statin, seperti simvastatin dan atorvastatin.
  • Gemfibrozil bisa meningkatkan penyerapan pioglitazone dalam darah.
  • Gemfibrozil bisa meningkatkan efek obat warfarin.
  • Efek gemfibrozil bisa menurun jika digunakan bersama colestyramine.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Gemfibrozil ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait