Sukses

Pengertian Gastridin

Gastridin adalah obat yang memiliki kandungan ranitidine. Obat ini digunakan untuk menangani penyakit-penyakit akibat berlebihnya produksi asam lambung. 

Kelebihan asam lambung dapat mengiritasi dinding sistem pencernaan. Hal ini kemudian bisa mengakibatkan beberapa penyakit, seperti sakit maag, nyeri ulu hati, serta gangguan saluran pencernaan. 

Artikel Lainnya: Penyebab Asam Lambung Sering Kambuh di Malam Hari

Keterangan Gastridin

Berikut ini keterangan dari Gastridin yang perlu diketahui:

  1. Gastridin Tablet

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antasida, Antirefluks, dan Antiulseran
  • Kandungan: Ranitidine HCl 150 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @10 Tablet
  • Farmasi: Interbat
  • Harga: Rp. 40.000 - Rp. 90.000/ Strip
  1. Gastridin Injeksi

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antasida, Antirefluks, dan Antiulseran
  • Kandungan: Ranitidine HCl 25 mg/ mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Ampul @ 2 mL
  • Farmasi: Interbat
  • Harga: Rp. 13.000 - Rp. 45.000/ Ampul

Kegunaan Gastridin

Obat Gastridin berfungsi untuk membantu mengatasi penyakit yang dipicu oleh produksi asam lambung yang berlebihan.

Artikel Lainnya: Sering Nyeri Ulu Hati? Waspadai 5 Penyakit Ini!

Dosis & Cara Penggunaan Gastridin

Gastridin merupakan obat keras yang hanya dapat digunakan dengan resep dokter. 

  1. Gastridin Tablet

  • Dewasa

  • Dosis awal: 2 tablet diminum setiap hari sebelum tidur atau 1 tablet diminum 2 kali sehari selama 4-8 minggu. Untuk menangani tukak duodenum, 2 tablet diminum 2 kali sehari selama 4 minggu.
  • Dosis pemeliharaan: 1 tablet diminum setiap hari sebelum tidur.
  • Dosis maksimal: 2 tablet diminum 2 kali sehari.
  • Anak usia 1 bulan sampai 16 tahun

  • Dosis awal: 4-8 mg/kgBB setiap hari dalam 2 dosis terbagi. Maksimal: 2 tablet/hari. Durasi pengobatan: 4-8 minggu.
  • Dosis pemeliharaan: 2-4 mg/kgBB diberikan 1 kali sehari. Maksimal: 1 tablet/hari. 
  1. Gastridin Injeksi

  • Tukak lambung dan duodenum jinak: 50 mg diberikan melalui injeksi intravena atau intramuskular. 
  • Pencegahan acid aspiration selama anestesi umum: 50 mg diberikan melalui injeksi intramuskular atau intravena.
  • Hipersekresi: dosis awal 1 mg/kgBB/jam melalui infus. Dapat ditingkatkan menjadi 0,5 mg/kgBB/jam sesudah 4 jam, sesuai kebutuhan.
  • Pencegahan perdarahan saluran pencernaan yang dipicu oleh ulserasi stres: 50 mg diberikan melalui injeksi intravena lambat, kemudian infus kontinu 0,125-0,25 mg/kgBB/jam. 

Cara Penyimpanan Gastridin

Simpan di bawah 25 derajat Celsius.

Artikel Lainnya: 8 Cara untuk Menghindari Maag Kambuh Lagi

Efek Samping Gastridin

Efek samping yang bisa muncul selama pengunaan Gastridin, yaitu:

Overdosis

Gejala yang ditimbulkan sama dengan efek samping pada dosis normal. Bisa juga terjadi:

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Gastridin pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif terhadap ranitidine
  • Riwayat porfiria 

Artikel Lainnya: 5 Tanda Anda Mengalami Gangguan Pencernaan

Interaksi Obat

Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang bisa terjadi saat penggunaan Gastridin:

  • Ranitidine dapat menghalangi metabolisme hati propranolol, kumarin, teofilin, dan diazepam
  • Menaikkan konsentrasi serum puncak dengan propantelina bromide
  • Dapat memengaruhi bioavailabilitas dengan antasida

Kategori Kehamilan

Kategori B: Penelitian pada binatang tidak memperlihatkan adanya risiko terhadap janin. Namun, belum ada penelitian yang memadai pada wanita hamil.

Peringatan Menyusui

Gastridin terserap ke dalam ASI. Bicarakan lebih dulu kepada dokter sebelum penggunaan obat.

Artikel
    Penyakit Terkait