Sukses

Pengertian Galvus

Galvus adalah obat yang mengandung Vildagliptin sebagai zat aktifnya. Galvus bekerja dengan cara meningkatkan jumlah insulin yang diproduksi oleh tubuh. Insulin adalah hormon yang dibuat secara alami dalam tubuh untuk membantu mengontrol kadar gula (glukosa) dalam darah. Galvus juga dapat mengurangi jumlah zat glukagon yang diproduksi oleh pankreas. Glukagon dapat merangsang hati untuk memproduksi lebih banyak gula, sehingga dengan mengurangi jumlah glukagon dalam tubuh dapat membantu untuk mengurangi kadar gula dalam darah.

Keterangan Galvus

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiabetes
  • Kandungan: Vildagliptin 50 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Novartis Pharma Stein/ Novartis Indonesia.
  • Harga: Rp. 75.000 - Rp. 160.000/ Strip

Kegunaan Galvus

Galvus digunakan sebagai obat untuk mengurangi jumlah gula darah.

Dosis & Cara Penggunaan Galvus

Galvus merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  1. Pengobatan monoterapi
    • Dosis anjuran: 1 tablet diminum 1 kali sehari pada pagi hari atau 2 tablet diminum dalam 2 dosis terbagi pada pagi dan sore hari. 
  2. Pengobatan kombinasi
    • Dosis anjuran: 1 tablet diminum 1 kali sehari pada pagi hari atau 2 tablet diminum dalam 2 dosis terbagi pada pagi dan sore hari dan dikombinasikan dengan metformin, sulfonilurea atau tiazolidindion.

Cara Penyimpanan
Jangan simpan pada suhu di atas 30 derajat Celcius. Simpan dalam kemasan aslinya dan lindungi dari kelembaban.

Efek Samping Galvus

Efek samping yang mungkin timbul adalah:

  • Pusing
  • Nasofaringitis
  • Hipertensi
  • Terapi kombinasi: Gemetar, pusing, sakit kepala, badan lemas, berat badan meningkat, edema perifer

Overdosis

  • Gejala: Nyeri otot, kesemutan ringan dan sementara, demam, edema, peningkatan sementara kadar lipase; peningkatan kreatin fosfokinase, AST, protein C-reaktif dan kadar mioglobin.
  • Penatalaksanaan: Perawatan suportif. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Gangguan ginjal dan hati sedang atau berat
  • Kadar ALT atau AST dalam darah pra-pengobatan > 2,5 kali batas atas normal
  • Masalah herediter langka seperti intoleransi galaktosa, defisiensi Lapp laktase, atau malabsorpsi glukosa-galaktosa
  • Diabetes melitus tipe 1 atau pengobatan ketoasidosis diabetikum
  • Ibu menyusui
  • Anak usia

Interaksi Obat
Menurunkan efek terapi Galvus apabila digunakan bersamaan dengan dengan obat golongan thiazid, kortikosteroid, simpatomimetik.

Kategori Kehamilan
Namun, tidak ada penelitian yang memadai dan terkontrol dengan baik pada wanita hamil dan oleh karena itu, Galvus tidak boleh digunakan selama kehamilan kecuali jika manfaatnya bagi ibu melebihi potensi risikonya pada janin.

Perhatian Menyusui
Tidak diketahui apakah Galvus terserap kedalam ASI, Galvus tidak boleh diberikan pada wanita menyusui.

Artikel
    Penyakit Terkait