Sukses

Pengertian Galtaren

Galtaren adalah sediaan obat dalam bentuk tablet dan gel yag tidak lengket. Galtaren memiliki komposisi Natrium Diklofenak yang digunakan untuk meringankan rasa nyeri seperti nyeri pada kaki, nyeri punggung, peradangan pada persendian, pergelangan tangan dan kaki, nyeri pada siku, keseleo, cedera dibagian jaringan lunak, serta dapat meringankan rasa nyeri asam urat akut. Komposisi Natrium Diklofenak merupakan obat Anti inflamasi non steroid yang bekerja dengan cara menghambat zat prostaglandin yang menyebabkan rasa sakit.

Keterangan Galtaren

  1. Galtaren Gel
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas
    • Kelas Terapi: Anti inflamasi nonsteroid
    • Kandungan: Natrium Diklofenak 1%
    • Bentuk: Gel
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Dus, 1 Tube @ 20 gram
    • Farmasi: Galenium
    • Harga: Rp 35.000 - Rp 48.000 / Tube.
  2. Galtaren Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Anti inflamasi nonsteroid
    • Kandungan: Natrium Diklofenak 50 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Galenium.

Kegunaan Galtaren

Galtaren dapat digunakan untuk meringankan rasa nyeri seperti nyeri pada kaki, nyeri punggung, peradangan pada persendian, pergelangan tangan dan kaki, nyeri pada siku, keseleo, cedera dibagian jaringan lunak dan dapat digunakan untuk peradangan pada sendi dan otot tulang.

Dosis & Cara Penggunaan Galtaren

  • Dosis penggunaan Galtaren Gel
    Dosis penggunaan: 2-3 kali sehari oleskan tipis dibagian yang nyeri.
  • Dosis penggunaan Galtaren Tablet
    Galtaren Tablet termasuk dalam golongan obat keras, penggunaannya harus berdasarkan resep dokter. Dosis penggunaan secara umum adalah 75-150 mg/hari dalam 2-3 dosis, sebaiknya diminum setelah makan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 25 derajat Celcius.

Efek Samping Galtaren

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Gangguan pada pencernaan
  • Sakit kepala
  • Pusing
  • Nyeri pada tukak lambung
  • Menyebabkan kantuk
  • Hidung tersumbat
  • Sembelit
  • Dapat menimbulkan reaksi gatal-gatal.

Overdosis

  • Gejala overdosis Diclofenac antara lain lesu, tinitus, sakit kepala, mengantuk, mual, muntah, diare, pusing, nyeri ulu hati, perdarahan saluran cerna, kejang-kejang; jarang terjadi: reaksi anafilaktoid, hipertensi, depresi pernapasan, gagal ginjal akut, koma.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan simtomatik dan suportif (dibantu oleh tenaga medis profesional). Pertahankan jalan napas. Pemberian arang aktif dalam waktu 1 jam konsumsi atau lakukan bilas lambung. Dapat melakukan katarsik osmotik dalam waktu 4 jam setelah konsumsi.

Kontraindikasi

  • Tidak dianjurkan pemakaian obat ini untuk anak-anak
  • Tiddak digunakan pada pasien yang memiliki riwayat asma
  • Tidak digunakan pada pasein yang mmiliki riwayat alergi terhadap komposisi obat tersebut.
  • Tidak digunakan pada pasien yang memiliki riwayat pada penyakit tukak lambung.

Interaksi Obat
Penggunaan obat ini jika diberikan bersamaan dengan salah satu obat yang tertera dibawah ini akan menimbulkan atau meningkatkan efek suatu obat tersebut:

  • Captopril
  • Nitrendiphine
  • Losartan
  • Aspirin.
Artikel
    Penyakit Terkait