Sukses

Pengertian Gabapentin

Gabapentin merupakan untuk mengendalikan gejala kejang-kejang seperti pada penderita epilepsi. Gabapentin tidak dapat menyembuhkan epilepsi dan hanya berfungsi untuk mencegah kejang selama dikonsumsi secara rutin. Gabapentin juga diresepkan untuk meredakan rasa sakit berkelanjutan yang diakibatkan oleh kerusakan saraf, seperti yang terjadi pada penderita diabetes dan cacar api.

Keterangan Gabapentin

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antikonsulvan
  • Kandungan: Gabapentin 300 mg; Gabapentin 150 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Yarindo farmatama, Dexa Medica, Actavis Indonesia, Mersifarma Trimaku Mercusana, Guardian Pharmatama, Otto Pharmatama, Novell Pharmaceutical.

Kegunaan Gabapentin

Gabapentin digunakan sebagai obat untuk mengatasi gejala epilepsi.

Dosis & Cara Penggunaan Gabapentin

Gabapentin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Aturan penggunaan:

  • Epilepsi
    • Dewasa: 300 mg pada hari ke-1, kemudian 300 mg 2 kali sehari pada hari ke-2, dan 300 mg 3 kali sehari (kira-kira setiap 8 jam) pada hari ke-3. Selanjutnya dinaikkan sesuai respons, bertahap 300 mg sehari (dalam 3 dosis terbagi) sampai maksimal 2,4 gram sehari, dosis lazim 0,9-1,8 gram sehari.
    • Anak 6-12 tahun (hanya diberikan oleh spesialis saja: 10 mg/kg bb pada hari ke-1, kemudian 20 mg/kg bb pada hari ke-2, kemudian 25-35 mg sehari (dalam 3 dosis terbagi, kira-kira setiap 8 jam sekali).
    • Anak 3-5 tahun: 40 mg/kg/hari (dalam 3 dosis terbagi). Dosis dapat ditingkatkan hingga 50 mg/kg/hari. Interval waktu penggunaan antar dosis tidak lebih dari 12 jam.
  • Nyeri neuropatik
    300 mg pada hari ke-1, kemudian 300 mg 2 kali sehari pada hari ke-2, 300 mg 3 kali sehari (kira-kira setiap 8 jam) pada hari ke-3, kemudian ditingkatkan sesuai respons bertahap 300 mg per hari (dalam dosis terbagi 3) sampai maksimal 1,8 gram sehari.

Efek Samping Gabapentin

Efek samping yang mungkin timbul adalah vertigo, sakit kepala, pusing, trombositopenia, tremor, hipertensi, mual, muntah, diare, mulut kering, konstipasi (kesulitan buang air besar), demam, keleahan.

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap gabapentin

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan gabapentin ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait