Sukses

Pengertian Furosemide

Furosemide adalah obat yang digunakan untuk membantu membuang cairan berlebih di dalam tubuh. Cairan berlebih yang menumpuk di dalam tubuh dapat menyebabkan sesak napas, lelah, kaki dan pergelangan kaki membengkak. Kondisi ini juga dikenal dengan sebutan edema dan bisa disebabkan oleh penyakit gagal jantung, penyakit hati dan penyakit ginjal. Furosemide digunakan untuk tekanan darah tinggi saat obat diuretik lainnya tidak bisa mengatasinya lagi.

Keterangan Furosemide

  1. Furosemide Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Diuretik
    • Kandungan: Furosemide 40 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
    • Farmasi: Kimia Farma; Sanbe Farma; Indofarma; First Medifarma; Yarindo Farmatama; Sampharindo Perdana.
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Navylasix, Uresix, Lasix, Mediresix, Gralixa.
    • Harga: Rp. 2.000 - Rp. 15.000/ Strip
  2. Furosemide Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Diuretik
    • Kandungan: Furosemide 10 mg/ mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul
    • Kemasan: Ampul@ 2 mL
    • Farmasi: Quatum Laboratories Internasional, Ipha Laboratories, Dexa Medica, Indofarma, Bernofarm, Mersifarma Tirmaku Mercusana, Ethica Industri Farmasi.
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Diuvar, Roxemid, Farsiretic, Uresix, Farsix, Uretic, FRD.
    • Harga: Rp. 60.000 - Rp. 115.000/ Box

Kegunaan Furosemide

Furosemide digunakan untuk membantu mengurangi cairan berlebih dalam tubuh.

Dosis & Cara Penggunaan Furosemide

Furosemide merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan furosemide juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Furosemide Tablet
    • Udema:
      • Dewasa: dosis awal: 40 mg per hari, dapat diturunkan menjadi 20 mg per hari
        Lansia: dosis awal: 20 mg per hari
    • Hipertensi:
      • Dewasa: dosis 40-80 mg per hari.
  2. Furosemide Injeksi
    • Edema
      • Dosis awal: dosis 20-50 mg diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah) lambat atau melalui injeksi intramuskular (melalui otot), dosis dapat ditingkatkan dengan peningkatan 20 mg tiap 2 jam bila perlu.
      • Dosis> 50 mg harus diberikan melalui infus intravena (pembuluh darah) lambat dengan kecepatan maksimal 4 mg / menit. Maksimal: 1.500 mg / hari.
    • Edema paru akut sebagai terapi tambahan
      • Dosis awal: dosis 40 mg diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah) lambat selama 1-2 menit, dosis dapat ditingkatkan menjadi 80 mg diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah) lambat jika respon yang memuaskan tidak tercapai dalam 1 jam.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu pada suhu antara 15-30 derajat Celcius.

Efek Samping Furosemide

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi furosemide adalah:

  • Gangguan pencernaan
  • Reaksi alergi
  • Gangguan pendengaran
  • Mual, muntah
  • Diare, sembelit
  • Nyeri pada tempat injeksi 
  • Peningkatan kreatinin, kolesterol serum dan trigliserida; peningkatan urea darah dan volume urin.
  • Dehidrasi
  • Kejang otot.
  • Sakit kepala, pusing
  • Kesemutan

Overdosis

  • Gejala: Diuresis berat mengakibatkan dehidrasi, penurunan volume darah, hipotensi, ketidakseimbangan elektrolit, hipokalemia, hipotensi, takikardia, dan alkalosis hipokloremik.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Penggantian kehilangan cairan dan elektrolit yang berlebihan. Pertimbangkan untuk memberikan arang aktif dalam waktu 1 jam setelah menelan dosis beracun. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap furosemide.
  • Anuria, gagal ginjal dengan anuria tidak merespon furosemid; gagal ginjal karena keracunan oleh agen nefrotoksik atau hepatotoksik; gagal ginjal berhubungan dengan koma hati, gangguan elektrolit (misalnya hiponatremia berat, hipokalemia berat), hipovolemia, dehidrasi, hipotensi; keadaan koma atau pra-koma yang berhubungan dengan sirosis hati atau ensefalopati; Penyakit Addison, porfiria, keracunan digitalis.
  • Ibu menyusui

Interaksi Obat
Hindari penggunaan bersamaan dengan obat-obat berikut: 

  • Diuretik hemat K (misalnya amilorida, spironolakton) dan garam K
  • Obat golongan antiinflamasi nonsteroid (misalnya indometasin, ketorolak), dan dikurangi dengan fenitoin, probenesid, metotreksat
  • Golongan penghambat ACE atau antagonis reseptor angiotensin II
  • Glikosida jantung, antihistamin, antipsikotik (misalnya pimozide, risperidone)
  • Aminoglikosida, cisplatin, sefalosporin

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Furosemide ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Perhatian Menyusui
Furosemide dapat diserap ke dalam ASI; gunakan dengan hati-hati dan konsultasikan pada dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait