Sukses

Pengertian Fosmicin

Fosmicin adalah antibiotik injeksi yang diproduksi oleh Meiji. Fosmicin mengandung Natrium Fosfomisin yang digunakan untuk membantu mencegah infeksi pada operasi pembedahan abdomen atau rongga perut. Fosmicin bekerja dengan cara menghentikan pertumbuhan bakteri. Dosis penggunaan Fosfomicin harus dikonsultasikan dengan dokter, serta penggunaannya perlu di bantu oleh tenaga medis profesional.

Keterangan Fosmicin

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Natrium Fosfomisin
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Vial @ 1 gram; Vial @ 2 gram
  • Farmasi: Meiji Indonesia.

Kegunaan Fosmicin

Fosmicin digunakan untuk mencegah infeksi saat proses pembedahan rongga perut.

Dosis & Cara Penggunaan Fosmicin

Fosmicin termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  • Dewasa: dosis 2-4 g (potensi). Diberikan melalui infus intravena dalam 2 dosis terbagi. 
  • Anak: dosis 100-200 mg (potensi) / kg berat badan. Diberikan melalui infus intravena dalam 2 dosis terbagi. 

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu kamar.

Efek Samping Fosmicin

Efek samping yang mungkin timbul selama pengguaan Fosfomicin, antara lain:

  • Trombopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)
  • Gangguan saluran pencernaan
  • Reaksi peradangan pada kulit
  • Kolitis pseudomembran.

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif terhadap antibiotik Fosfomycin.

Interaksi Obat

  • Efek aditif atau sinergis jika di berikan bersamaan dengan antibiotik β-laktam (misalnya: Penisilin, ampisilin, sefazolin, karbapenem) dan agen anti-stafilokokus (misalnya: Linezolid, quinupristin / dalfopristin, moxifloxacin).
  • Mengurangi kadar serum jika di berikan bersamaan dengan obat yang meningkatkan motilitas saluran pencernaan (misalnya: Metoclopramide).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Fosfomicin ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala: Kehilangan vestibular, gangguan pendengaran, rasa logam, dan penurunan persepsi rasa secara umum.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait