Sukses

Pengertian Forbetes

Forbetes mengandung metformin yang merupakan salah satu jenis obat-obatan antidiabetes yang khusus digunakan untuk pengidap diabetes tipe 2. Forbetes dapat dikonsumsi sendiri atau dikombinasikan dengan obat antidiabetes lain. Menjaga keseimbangan takaran Forbetes dengan makanan yang dikonsumsi serta olahraga yang dilakukan sangat penting untuk mendapatkan hasil yang maksimal. Forbetes menurunkan kadar gula darah yang tinggi dengan cara membuat tubuh lebih responsif terhadap insulin. Insulin adalah hormon yang mengatur kadar gula di dalam tubuh. Forbetes adalah obat yang sering dianjurkan sebagai langkah penanganan pertama bagi pengidap diabetes tipe 2.

Keterangan Forbetes

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiabetik oral
  • Kandungan: Metformin
  • Bentuk: Tablet 500 mg; Tablet 800 mg
  • Satuan Penjualan: Tablet
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet Salut Selaput
  • Farmasi: Sanbe/A Menarini.

Kegunaan Forbetes

Forbetes merupakan obat yang digunakan untuk membantu menurunkan kadar gula pada penderita diabetes tipe 2.

Dosis & Cara Penggunaan Forbetes

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

Dosis awal untuk orang dewasa adalah 500-850 mg yang diminum 1-2 kali sehari. Dosis ini dapat ditingkatkan hingga 2-3 gram/hari dengan interval waktu1 minggu dari dosis awal.

Dosis awal untuk anak-anak diatas 10 tahun adalah 500 mg yang diminum 1-2 kali sehari. Dosis dapat ditingkatkan secara bertahap hingga 2 gram setiap hari yang terbagi dalam 2-3 dosis pemakaian. Interval waktu antara dosis awal dengan dosis lanjutan minimal adalah 1 minggu.

Efek Samping Forbetes

Efek samping yang mungkin dapat terjadi saat mengonsumsi forbetes adalah:
1. Mual dan muntah.
2. Penurunan nafsu makan
3. Rasa logam dalam mulut
4. Sakit perut
5. Batuk dan suara serak.
6. Diare.
7. Nyeri otot dan kram
8. Lemas dan mengantuk

Kontraindikasi:

  • Asidosis metabolik (kondisi yang terjadi ketika kadar asam di dalam tubuh sangat tinggi) kondisi akut yang dapat mengubah fungsi ginjal (misalnya dehidrasi, infeksi parah, syok).
  • Hipoksia (kandungan oksigen rendah pada organ) akut atau kronis yang menyebabkan penyakit (misalnya gagal jantung atau gagal napas, MI baru-baru ini, syok),
  • Alkoholisme (Keadaan keracunan alkohol kecanduan)
  • Gangguan ginjal berat (eGFR <30 mL / mnt).

Interaksi Obat:

  • Alkohol dan bahan pewarna iodin, karena dapat meningkatkan risiko asidosis laktik.
  • Diuretik thiazide, obatan-obatan golongan phenothiazine (seperti chlorpromazine), kontrasepsi oral, vitamin B3, penghambat kanal kalsium, kostikosteroid, atau isoniazid, karena dapat mempersulit pengendalian kadar gula darah.
  • Obatan-obatan golongan sulfonylurea, karena dapat menimbulkan efek tambahan.
  • Cimetidine dapat meningkatkan kadar metformin di dalam darah.
  • ACE inhibitor, karena dapat menurunkan kadar gula darah puasa, yaitu kadar gula darah setelah pasien dipuasakan selama 8 jam.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Forbetes ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait