Sukses

Pengertian Fluoxetine

Fluoxetine adalah obat generik yang digunakan untuk mengatasi depresi, bulimia nervosa (kelainan cara makan yang berlebihan), gangguan obsesif kompulsif (gangguan mental), gangguan kepanikan, gangguan dysphoric pramenstruasi (gangguan dengan serangkaian gejala menstruasi yang lebih ekstrem). Fluoxetine bekerja dengan cara meningkatkan aktivitas zat alami serotonin didalam otak. Serotonin adalah hormon di dalam tubuh yang dipercaya sebagai pemberi perasaan nyaman dan senang.

Keterangan Fluoxetine

  1. Fluoxetine Kaplet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Antidepresan
    • Kandungan: Fluoxetine HCl 20 mg
    • Bentuk: Kaplet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Kaplet
    • Farmasi: Dexa Medica
  2. Fluoxetine Kapsul
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Antidepresan
    • Kandungan: Fluoxetine HCl 20 mg
    • Bentuk: Kapsul
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Box, 5 Strip @ 10 Kapsul
    • Farmasi: Mersifarma Tirmaku Mercusana

Merk dagang yang beredar di Indonesia:
Sactine, Antiprestin, Foransi, Prozac, Kalxetin.

Kegunaan Fluoxetine

Fluoxetine digunakan untuk mengatasi depresi, bulimia nervosa, gangguan obsesif kompulsif, gangguan kepanikan, gangguan dysphoric pramenstruasi.

Dosis & Cara Penggunaan Fluoxetine

Fluoxetine merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Fluoxetine juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Depresi
    Dosis awal: 1 kaplet atau kapsul, diminum sekali sehari. Maksimal: 4 kapsul atau kaplet perhari dalam 2 dosis terbagi.
  2. Bulimia nervosa
    3 kaplet atau kapsul perhari sebagai dosis tunggal atau terbagi.
  3. Gangguan kompulsif obsesif
    Dosis awal: 1 kapsul atau kaplet, diminum sekali sehari, tingkatkan dosis hingga 3 kaplet atau kapsul perhari jika perlu. Maksimal: 4 kaplet atau kapsul perhari dalam 2 dosis terbagi.
  4. Gangguan panik
    Dosis awal: 1/2 kaplet, diminum sekali sehari, tingkatkan dosis menjadi 1 kaplet atau kapsul perhari setelah 1 minggu. Lebih lanjut dosis dapat di tingkatkan menjadi 3 kapsul atau kaplet perhari.
  5. Gangguan dysphoric pramenstruasi
    1 kapsul atau kaplet perhari secara terus menerus atau 1 kaplet atau kapsul perhari harus dimulai 14 hari sebelum menstruasi dan dilanjutkan sampai hari pertama menstruasi; ulangi setiap siklus.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 ° C. Lindungi dari cahaya.

Efek Samping Fluoxetine

Efek samping penggunaan Fluoxetine yang mungkin terjadi adalah:

  • Insomnia
  • Gugup
  • Gelisah
  • Sakit kepala, pusing
  • Penglihatan kabur
  • Jantung berdebar
  • Ruam, gatal
  • Sering buang air kecil

Kontraindikasi

  • Pemberian bersamaan atau dalam 2 minggu penarikan MAOI.
  • Penggunaan bersamaan dengan pimozid atau thioridazine.

Interaksi Obat

  • Dapat menyebabkan sindrom serotonin jika diberikan bersamaan dengan obat serotonergik (misalnya: Triptans, TCA, fentanyl, tramadol, litium, buspirone, triptofan).
  • Dapat meningkatkan risiko perdarahan jika diberikan bersamaan dengan aspirin, NSAID, warfarin, dan antikoagulan lainnya.
  • Dapat meningkatkan kadar fenitoin dalam plasma.
  • Berpotensi Fatal: Dapat meningkatkan risiko sindrom serotonin jika diberikan bersamaan dengan atau dalam 14 hari penarikan MAOI. Dapat meningkatkan efek perpanjangan QTc pimozide dan thioridazine.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Fluoxetine ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Pemberian Fluoxetine yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti mual, muntah, kejang, disfungsi jantung mulai dari gangguan irama jantung asimptomatik hingga henti jantung (termasuk aritmia ventrikel dan irama nodal) atau perubahan EKG yang mengindikasikan perpanjangan QTc menjadi henti jantung, henti fungsi paru, tanda-tanda status SSP mulai dari eksitasi hingga koma.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan simtomatik dan suportif (dibantu oleh tenaga medis profesional). Dapat diberikan arang dengan sorbitol.
Artikel
    Penyakit Terkait