Sukses

Pengertian Fioramol

Fioramol adalah produk obat yang diproduksi oleh Infion/ Bernofarm. Fioramol mengandung zat aktif Paracetamol yang memiliki efek analgesik (mengurangi nyeri) dan antipiretik (menurunkan demam). Selain itu, Paracetamol juga memilik efek analgetik (pereda nyeri) dan antipiretik (penurun demam). Fioramol digunakan untuk pasien yang tidak bisa menelan.

Keterangan Fioramol

  1. Fioramol Infus
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Analgesik (Non Opiat) dan Antipiretik.
    • Kandungan: Paracetamol 1 Gram/100 mL.
    • Bentuk: Infus.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Box, Botol 100 mL.
    • Farmasi: Infion/ Bernofarm.
  2. Fioramol Suppositoria
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Analgesik (Non Opiat) dan Antipiretik.
    • Kandungan: Paracetamol 80 mg; Paracetamol 160 mg.
    • Bentuk: Suppositoria.
    • Satuan Penjualan: Rotoplast.
    • Kemasan: Box, 2 Rotoplast @ 5 Suppositoria.
    • Farmasi: Infion/ Bernofarm.

Kegunaan Fioramol

Fioramol digunakan untuk menurunkan demam dan meredakan nyeri ringan sampai sedang.

Dosis & Cara Penggunaan Fioramol

Fioramol ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjran resep dokter:

  1. Fioramol Infus
    • Dewasa dengan berat badan 33-50 kg: 15 mg / kg berat badan setiap 4-6 jam jika diperlukan. Maksimal: 3 g setiap hari.
    • Dewasa dengan berat badan > 50 kg: 1 g diberikan setiap 4-6 jam jika diperlukan. Maksimal : 4 g setiap hari. Berikan secara infus selama 15 menit.
    • Bayi baru lahir dan anak dengan berat badan <10 kg: 7,5 mg / kg berat badan sebagai dosis tunggal, setidaknya setiap 4 jam. Maksimal: 30 mg / kg berat badan / hari
    • Anak dengan berat badan 10-33 kg: 15 mg / kg berat badan sebagai dosis tunggal, setidaknya setiap 4 jam. Maksimal: 2 g setiap hari
    • Anak dengan berat badan 33-50 kg: 15 mg / kg berat badan sebagai dosis tunggal, setidaknya setiap 4 jam. Maksimal: 3 g setiap hari.
    • Anak dengan berat badan > 50 kg: Sama seperti dosis dewasa.
  2. Fioramol Suppositoria (dimasukkan ke dalam dubur)
    • Diberikan dosis 0,5-1 g setiap 4-6 jam. Maksimal: 4 g setiap hari.
    • Anak usia 3 bulan hingga usia <1 tahun: diberikan dosis 60-125 mg.
    • Anak usia 1- <5 tahun: diberikan dosis 125-250 mg.
    • Anak usia 5- <12 tahun: diberikan dosis 250-500 mg.
    • Anak usia 12-17 tahun: diberikan dosis 500 mg.
    • Diberikan setiap 4-6 jam jika dibutuhkan. Maksimal: 4 dosis / hari.

Cara Penyimpanan
Simpan ditempat yang kering dengan suhu antara 20-25 ° C. Jangan dibekukan. Lindungi dari cahaya.

Efek Samping Fioramol

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Fioramol antara lain alergi kulit, reaksi alergi lain, kerusakan hati bila digunakan dalam jangka panjang, infeksi di area injeksi.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Fioramol pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif.
  • Gangguan hati berat atau penyakit hati aktif (intravena).

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Fioramol:

  • Mengurangi penyerapan dengan colestyramine.
  • Peningkatan konsentrasi serum dengan probenesid.
  • Dapat meningkatkan konsentrasi serum kloramfenikol.
  • Peningkatan penyerapan dengan metoclopramide dan domperidone.
  • Meningkatkan efek antikoagulan warfarin dan kumarin lainnya dengan penggunaan jangka panjang.
  • Konsentrasi serum menurun dengan rifampisin dan beberapa antikonvulsan (misal fenitoin, fenobarbital, karbamazepin, primidon).

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika (FDA) Fioramol termasuk dalam kategori B yang di mana golongan obat yang pada studi terhadap sistem reproduksi binatang percobaan tidak menunjukkan risiko bagi janin. Belum ada studi terkontrol pada wanita hamil yang menunjukkan adanya efek samping, kecuali adanya penurunan fertilitas pada kehamilan trimester pertama, sedangkan pada trimester berikutnya tidak didapatkan bukti adanya risiko.

Overdosis

  • Pemberian Fioramol yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti pucat, mual, muntah, anoreksia, sakit perut, asidosis metabolik, kelainan metabolisme glukosa. Setelah 12-48 jam konsumsi, dapat terjadi kerusakan hati, dapat menyebabkan ensefalopati, perdarahan, hipoglikemia, tekanan darah rendah, edema serebral, gangguan irama jantung, dan pankreatitis.
  • Jika terjadi overdosis, maka segera diberikan arang aktif dalam waktu 1 jam konsumsi. Tentukan konsentrasi plasma parasetamol ≥4 jam setelah konsumsi. Pemberian N-asetilsistein melalui injeksi intravena dapat digunakan hingga 24 jam setelah konsumsi (paling efektif jika diberikan dalam 8 jam). Sebagai alternatif, pemberian metionin secara oral juga dapat digunakan jika tidak terjadi muntah. Penanganan pasien overdosis hanya boleh dilakukan tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait