Sukses

Pengertian Fibrion Infus

Fibrion Infus adalah golongan obat keras yang digunakan untuk pengobatan infark miokard (penyumbatan otot jantung) yang telah diketahui dengan pasti. Fibrion mengandung streptokinase yang bekerja sebagai trombolitik dengan cara mengaktifkan plasminogen untuk membentuk plasmin, sehingga dapat melarutkan gumpalan darah. Fibrion juga digunakan dalam pengobatan trombosis vena yang mengancam jiwa, dan dalam embolisme paru.

Keterangan Fibrion Infus

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antiplatelet, Antikoagulan, dan Trombolitik.
  • Kandungan: Streptokinase 1.500.000 IU.
  • Bentuk: Serbuk Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Vial.
  • Kemasan: Vial @ 1.500.000 IU.
  • Farmasi: Dexa Medica.

Kegunaan Fibrion Infus

Fibrion diindikasi untuk terapi pengobatan infark miokard akut, embolisme paru dan stroke iskemik akut.

Dosis & Cara Penggunaan Fibrion Infus

Fibrion termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter. Penggunaan Fibrion harus dengan bantuan tenaga medis. Berikut adalah dosis umum dari Fibrion :

  • Dewasa: dosis 1,5 juta IU diberikan selama 1 jam melalui infus intravena (pembuluh darah). Pengobatan tambahan dengan Aspirin 150 mg / hari selama minimal 4 minggu sebagai pencegahan sesudah terapi streptokinase untuk infark miokard akut. Dosis pertama diberikan segera setelah terjadinya serangan jantung.

Cara Penyimpanan

  • Fibrion Serbuk: Jangan simpan pada suhu diatas 25 derajat Celcius dan jangan dibekukan.
  • Fibrion yang sudah dilarutkan: Jangan simpan larutan yang telah dilarutkan selama lebih dari 24 jam di lemari es pada suhu 2 derajat Celcius hingga 8 derajat Celcius.

Efek Samping Fibrion Infus

Efek samping penggunaan Fibrion yang mungkin terjadi adalah:

  • Ruam
  • Kemerahan
  • Gatal
  • Urtikaria (biduran)
  • Mual
  • Diare,
  • Nyeri epigastrium
  • Muntah
  • Sakit kepala
  • Sakit punggung
  • Nyeri muskuloskeletal
  • Menggigil
  • Demam

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Perdarahan
  • Trauma, atau pembedahan (termasuk cabut gigi) yang baru terjadi
  • Kelainan koagulasi
  • Diatesis pendarahan
  • Diseksi aorta
  • Koma
  • Riwayat penyakit serebrovaskuler

Interaksi Obat

  • Efek antagonis dengan agen antifibrinolitik mis. asam aminocaproic.
  • Berpotensi Fatal: Antikoagulan, heparin, agen antiplatelet misalnya: aspirin dan dipyridamole mempengaruhi fungsi trombosit meningkatkan risiko perdarahan.

Kategori Kehamilan 
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Fibrion ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis
Overdosis streptokinase jangka panjang dapat menyebabkan risiko rethrombosis dengan penurunan plasminogen yang berkepanjangan.

Artikel
    Penyakit Terkait