Sukses

Pengertian Faxiden

Faxiden merupakan obat yang di produksi oleh Ifars. Obat ini tersedia dalam bentuk kaplet dan krim. Faxiden mengandung Piroxicam yang merupakan obat untuk membantu mengurangi rasa sakit, pembengkakan, dan kekakuan yang di sebabkan oleh ankylosing spondylitis (radang sendi pada punggung); osteoartritis (sendi terasa nyeri akibat peradangan); dan radang sendi. Faxiden krim di gunakan untuk pemakaian luar dan di indikasikan untuk mengurangi nyeri dan peradangan pada kulit. Faxiden bekerja dengan menghalangi produksi tubuh dari zat alami tertentu yang menyebabkan peradangan.

Keterangan Faxiden

  1. Faxiden Kaplet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid
    • Kandungan: Piroxicam 10 mg; Piroxicam 20 mg
    • Bentuk: Kaplet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
    • Farmasi: Ifars
  2. Faxiden Krim
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Anti Inflamasi Non Steroid
    • Kandungan: Piroxicam 0.5 %
    • Bentuk: Krim
    • Satuan Penjualan: Tube
    • Kemasan: Tube @ 10 g
    • Farmasi: Ifars

Kegunaan Faxiden

  1. Faxiden kaplet di gunakan untuk mengurangi rasa sakit, pembengkakan, dan kekakuan yang di sebabkan oleh ankylosing spondylitis dan radang sendi.
  2. Faxiden krim di gunakan untuk mengurangi nyeri dan peradangan pada kulit. 

 

Dosis & Cara penggunaan Faxiden

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter:

  1. Faxiden Kaplet
    20 mg / hari sebagai dosis tunggal atau terbagi seperlunya.
  2. Faxiden Krim
    Oleskan krim 3-4 kali / hari pada bagian yang sakit.

Efek Samping Faxiden

Pembengkakkan, gagal jantung kongestif, hipertensi,gangguan makan, sakit perut, sembelit, diare, pencernaan yang terganggu, perut kembung, mulas, muntah, mulut kering, kerongkongan kering, gagal ginjal; pusing, sakit kepala, gelisah.

Kontra Indikasi:
Hindari penggunaan Faxiden pada pasien:

  • Hipersensitivitas atau reaksi tipe asma terhadap piroksikam, aspirin, atau obat anti inflamasi non steroid lainnya.
  • Riwayat atau ulserasi saluran pencernaan
  • Riwayat gangguan saluran pencernaan yang merupakan predisposisi gangguan perdarahan (misalnya: kolitis ulserativa, penyakit Crohn, kanker saluran pencernaan atau divertikulitis).
  • Pengobatan nyeri perioperatif dalam pengaturan operasi CABG.
  • Penggunaan bersamaan dengan aspirin, obat anti inflamasi non steroid lain dan antikoagulan.

Interaksi Obat:

  • Meningkatkan risiko perdarahan saluran pencernaan jika di berikan bersamaan dengan anti-trombosit dan SSRI.
  • Dapat memperburuk gagal jantung, mengurangi GFR dan meningkatkan kadar glikosida plasma.
  • Meningkatkan risiko nefrotoksisitas jika di berikan bersamaan dengan siklosporin dan tacrolimus.
  • Meningkatan penyerapan jika di berikan bersamaan dengan simetidin.
  • Meningkatkan risiko ulserasi saluran pencernaan jika di berikan bersamaan dengan kortikosteroid.
  • Dapat mengganggu tindakan natriuretik diuretik.
  • Dapat menggantikan obat yang sangat terikat protein lainnya.
  • Dapat meningkatkan level lithium plasma dalam keadaan stabil.
  • Dapat mengurangi ekskresi metotreksat, yang menyebabkan toksisitas akut.
  • Meningkatkan risiko kejang jika di berikan bersamaan dengan kuinolon.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Faxiden ke dalam Kategori C (Sebelum usia kehamilan 30 minggu):
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Faxiden ke dalam Kategori D (mulai usia kehamilan 30 minggu):
Ada bukti positif risiko pada janin manusia, tetapi manfaat obat jika digunakan pada wanita hamil dapat diterima meskipun ada risiko (misalnya, jika obat tersebut diperlukan dalam situasi yang mengancam jiwa atau untuk penyakit serius dimana obat-obatan yang lebih aman tidak dapat digunakan atau tidak efektif).

Artikel
    Penyakit Terkait