Sukses

Pengertian

Farelax merupakan obat yang mengandung atracum besilate. Atracum besilate berfungsi sebagai tambahan terhadap anestesi umum untuk memudahkan tindakan intubasi endotrakeal & untuk menghasilkan relaksasi otot selama operasi atau ventilasi mekanik.

Keterangan

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anestesi
  • Kandungan: Atracum besilate 10 mg/mL
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Ampul
  • Kemasan: Ampul @ 5 mL
  • Farmasi: Pratapa Nirmala

Kegunaan

Farelax digunakan untuk tambahan terhadap anestesi umum untuk memudahkan tindakan intubasi endotrakeal & untuk menghasilkan relaksasi otot selama operasi atau ventilasi mekanik.

Dosis & Cara Penggunaan

Farelax merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan farelax juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita. Penggunaan farelax harus dilakukan oleh tenaga medis.

  • Dewasa : secara intravena 10 mg/mL
  • Sebagai relaksasi otot 0.3-0.6 mg/kgBB
  • Intubasi endotrakea 0.5-0.6 mg/kgBB
  • Pemeliharaan untuk blok neuromuskular 0.3-0.6mg/kgBB

Efek Samping

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi farelax adalah:

  • Gangguan pencernaan, misalnya mual, konstipasi, atau diare.
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Gangguan fungsi hati.
  • Mengantuk.
  • Tremor

Kontraindikasi

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap atracum besilate
  • Pasien yang memiliki riwayat penurunan fungsi hati
  • Wanita hamil dan menyusui

Interaksi Obat
Farelax dapat berinteraksi dengan amifampridine

Kategori Kehamilan
Menurut FDA (Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat) mengkategorikan farelax ke dalam kategori C dengan penjelasan sebagai berikut: 
Studi pada hewan percobaan menunjukan adanya efek samping pada janin namun belum ada studi kontrol pada wanita hamil, obat dapat diberikan apabila efek terapinya lebih besar dari resiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait