Sukses

Pengertian Euphyllin Retard

Euphyllin Retard adalah sediaan obat dengan kandungan Teofilin yang digunakan untuk membantu mengobati penyakit paru-paru, seperti asma dan bronkospasme akut. Euphyllin Retard harus digunakan secara teratur untuk mencegah sesak napas. Euphyllin bekerja di saluran udara dengan merelaksasi otot, membuka saluran pernapasan, dan menurunankan respon paru-paru iritasi. Euphyllin Retard tidak langsung bekerja dan tidak boleh digunakan untuk meringankan masalah pernapasan yang tiba-tiba.

Keterangan Euphyllin Retard

  1. Euphyllin Retard
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiasma.
    • Kandungan: Anhydrous theophylline 250 mg.
    • Bentuk: Kaplet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @10 Kaplet.
    • Farmasi: Pharos Indonesia
  2. Euphyllin Retard MITE
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Antiasma.
    • Kandungan: Anhydrous theophylline 125 mg.
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @10 Tablet.
    • Farmasi: Pharos Indonesia.

Kegunaan Euphyllin Retard

Euphyllin Retard digunakan sebagai obat untuk membantu mengatasi penyakit asma dan penyakit paru-paru lainnya.

Dosis & Cara Penggunaan Euphyllin Retard

Euphyllin Retard termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  1. Euphyllin Retard
    • Dewasa: 1 tablet, diminum 2 kali sehari.
  2. Euphyllin Retard MITE
    • Anak usia 6-12 tahun: 1 tablet, diminum 2 kali sehari.
    • Dewasa: 2 tablet, diminum 2 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Euphyllin Retard

Efek samping penggunaan Euphyllin Retard yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual, muntah.
  • Kram perut.
  • Anoreksia atau gangguan nafsu makan..
  • Sakit kepala diare.
  • Gugup.
  • Insomnia.
  • Pusing.
  • Kejang.
  • Peningkatan denyut nadi
  • Hipotensi.
  • Peningkatan frekuensi urin sementara.
  • Dehidrasi.


Kontraindikasi
Hindari penggunaan Euphyllin Retard pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif terhadap theophilin dan turunan xanthine lainnya.
  • Porfiria atau kelainan genetik.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Euphyllin Retard:

  • Peningkatan konsentrasi plasma dengan allopurinol, beberapa antiaritmia, simetidin, disulfiram, fluvoxamine, interferon alfa, antibiotik makrolida, kuinolon, OC, tiabendazole, viloxazine, blocker saluran Ca.
  • Mengurangi konsentrasi plasma dengan fenitoin dan antiepilepsi lainnya, ritonavir, rifampisin, sulfinpirazon, aminoglutethimide, barbiturat, karbamazepin.
  • Peningkatan ekskresi lithium. Dapat mempotensiasi hipokalaemia dengan kortikosteroid dan diuretik.
  • Risiko toksisitas sinergistik bila diberikan bersama halotan atau ketamin.
  • Dapat memusuhi efek adenosin dan penghambat neuromuskuler kompetitif.
  • Peningkatan bronkospasme dengan penghambat β.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Euphyllin Retard ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: Mual, muntah (sering parah), nyeri ulu hati, hematemesis, gelisah, hipertonia, sakit kepala, insomnia, refleks ekstremitas yang berlebihan, kejang, hipotensi, hipokalemia, hiperglikemia, hipomagnesaemia, metabolik , rhabdomyolysis, dan koma pada kasus yang parah.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Lakukan lavage lambung atau berikan arang aktif (0,5 g / kg berat badan hingga 20 g) dalam 1-2 jam setelah overdosis. Pantau kadar teofilin plasma segera dan secara berkala. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait