Sukses

Pengertian Esthero

Esthero adalah obat yang mengandung estrogen. Estrogen adalah salah satu senyawa kimia yang diproduksi oleh tubuh untuk mengatur siklus menstruasi dan perkembangan organ kewanitaan. Penurunanan estrogen dapat menyebabkan gejala-gejala yang meliputi keringat berlebih pada siang atau malam hari, kekeringan pada vagina, sensasi rasa panas, dan jantung berdebar. Esthero digunakan untuk memenuhi kebutuhan estrogen dalam tubuh yang berkurang seiring dengan bertambahnya usia pada wanita dan mulai memasuki menopause.

Keterangan Esthero

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Hormon
  • Kandungan: Esterogen 0.625 gram; Estherogen 1.25 gram
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 28 Tablet
  • Farmasi: Sunthi Sepuri.

Kegunaan Esthero

Esthero digunakan sebagai obat yang digunakan untuk memenuhi kebutuhan estrogen.

Dosis & Cara Penggunaan Esthero

Esthero merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan esthero juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dosis: Sehari sekali 1 tablet, diminum pada jam yang sama setiap harinya.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Esthero

Efek samping yang mungkin terjadi apabila mengkonsumsi Esthero adalah:

  • Mual, muntah
  • Sakit kepala
  • Kram kaki
  • Nyeri punggung
  • Peningkatan risiko kanker endometrium
  • Perubahan libido
  • Gangguan mood
  • Insomnia

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang memiliki riwayat hipersensitif terhadap esterogen.
  • Perdarahan abnormal yang tidak terdiagnosis, tromboemboli vena sebelumnya atau saat ini (misalnya DVT, emboli paru)
  • Penyakit tromboemboli arteri aktif atau baru-baru ini (misal serangan jantung)
  • Dugaan atau memiliki riwayat kanker payudara
  • Pasien dengan tumor yang diketahui atau dicurigai bergantung pada estrogen
  • Hiperplasia endometrium yang tidak diobati
  • Porfiria
  • Gangguan trombofilik (misalnya protein C, protein S atau defisiensi antitrombin)
  • Gangguan hati
  • Kehamilan

Interaksi Obat
Hindari penggunaan Esthero dengan golongan obat berikut:

  • Golongan penginduksi CYP3A4 (misalnya fenitoin, rifampisin)
  • Golongan penghambat CYP3A4 (misalnya eritromisin, ritonavir)

Overdosis

  • Gejala: Sakit perut, pusing, mengantuk, mual, muntah, kelelahan, nyeri tekan payudara.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait