Sukses

Pengertian Estesia

Estesia adalah obat anestesi topikal (obat bius yang di gunakan pada kulit) yang di produksi oleh Genero Pharmaceutical. Estesia mengandung Lidocaine dan Prilocaine yang digunakan untuk mengurangi rasa tidak nyaman atau nyeri selama prosedur medis tertentu dengan menyebabkan mati rasa sementara atau hilangnya rasa di kulit dan selaput lendir.

Keterangan Estesia

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anestesi Lokal
  • Kandungan: Lidocaine 2,5%, prilocaine 2,5%
  • Bentuk: Krim
  • Satuan Penjualan: Tube
  • Kemasan: Tube @ 5 g; Tube @ 30 g; Tube @ 90 g
  • Farmasi: Genero Pharmaceutical.

Kegunaan Estesia

Estesia digunakan sebagai anestesi topikal untuk kulit yang membutuhkan efek anestesi (bius) lokal.

Dosis & Cara Penggunaan Estesia

Estesia termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  1. Cara Penggunaan: Oleskan Estesia krim 1,5 g / 10 cm2 dengan menggunakan occlusive dressing.
  2. Operasi minor
    • Dewasa: Oleskan Estesia krim 2 g selama minimal 1 jam.
    • Anak usia 6-11 tahun: Oleskan Estesia krim 10 g / 200 cm2.
    • Anak usia 1- 5 tahun: Oleskan Estesia krim 10 g / 100 cm2.
    • Anak usia 3-12 bulan: Oleskan Estesia krim 2 g / 16 cm2 selama 1-3 jam.
  3. Operasi dermal pada area yang luas
    • Dewasa: Oleskan Estesia krim 1,5-2 g / 10 cm2 selama minimal 2 jam.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius. Jangan disimpan didalam lemari pendingin dan jangan di bekukan.

Efek Samping Estesia

Efek samping yang mungkin terjadi:

  • Reaksi alergi pada kulit.
  • Kemerahan pada kulit.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Estesia pada pasien yang hipersensitif.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Estesia ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait