Sukses

Pengertian Esclob

Esclob merupakan obat topikal berbentuk krim yang mengandung zat aktif Clobetasol, diproduksi oleh Lessential. Esclob digunakan untuk mengobati dermatosis (peradangan pada kulit) yang responsif terhadap kortikosteroid. Esclob bekerja dengan cara menurunkan respons tubuh terhadap peradangan.

Keterangan Esclob

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Kortikosteroid Topikal
  • Kandungan: Clobetasol 0.05 %
  • Bentuk: Krim
  • Satuan Penjualan: Tube
  • Kemasan: Tube @ 10 gram
  • Farmasi: Lessential.

Kegunaan Esclob

Esclob digunakan untuk mengobati peradangan pada kulit yang responsif terhadap kortikosteroid.

Dosis & Cara Penggunaan Esclob

Esclob termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep dokter.

  • Dewasa: Oleskan tipis Esclob krim ke daerah kulit yang terkena 1-2 kali sehari, dosis dapat dikurangi jika perlu. Dosis maksimal: 50 g seminggu. Durasi terapi maksimal: 4 minggu.
  • Anak usia > 1 tahun: Sama dengan dosis orang dewasa. Durasi terapi maksimal: 5 hari.

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 20-25°C. Jangan didinginkan.

Efek Samping Esclob

Efek samping yang mungkin terjadi adalah:

  • Dermatitis kontak
  • Mati rasa pada jari
  • Sensasi terbakar dan menyengat
  • Iritasi, gatal
  • Kulit kering.

Kontraindikasi:
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi:

  • Lesi kulit akibat bakteri, jamur atau virus, rosacea, dermatitis perioral, jerawat, dan psoriasis plak.
  • Anak-anak usia <1 tahun.

Interaksi obat:

  • Peningkatan pajanan sistemik dengan penghambat enzim CYP3A4 (misalnya Itraconazole, ritonavir).
  • Dapat mengurangi efek antineoplastik aldesleukin.
  • Dapat mempotensiasi efek hiperglikemik dari ceritinib.
  • Dapat mengurangi efek terapi corticorelin dan hyaluronidase.
  • Dapat meningkatkan efek merugikan / toksik dari deferasinox.

Kategori kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Esclob ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait