Sukses

Pengertian

Erythrocin mengandung Erythromycin. Erythrocin digunakan untuk membantu mengobati berbagai jenis infeksi bakteri akut, seperti infeksi kulit, mata, telinga, saluran kemih dan pernapasan. Erythrocin juga dapat digunakan untuk membantu mencegah kambuhnya serangan demam persendian. Erythrocin hanya digunakan untuk membantu mengobati infeksi bakteri, sehingga Erythrocin tidak dapat digunakan untuk membantu mengobati infeksi yang disebabkan oleh virus seperi flu. Hindari penggunaan Erythrocin pada ibu hamil dan menyusui.

Keterangan

  1. Erythrocin Drop 100 Mg/2.5 ml 30 ml
    Golongan: Obat Keras
    Kelas Terapi: Antibiotik
    Kandungan: Erythromycin
    Bentuk: Kapsul
    Satuan Penjualan: Kapsul
    Kemasan: Dus, Botol @ 30 mL
    Farmasi: Novartis Indonesia PT
  2. Erythrocin Dry Syr 200 Mg/ 5 ml
    Golongan: Obat Keras
    Kelas Terapi: Antibiotik
    Kandungan: Erythromycin
    Bentuk: Botol
    Satuan Penjualan: Botol
    Kemasan: Dus, Botol @ 60 mL
    Farmasi: Novartis Indonesia PT
  3. Erythrocin Dulcet 200 mg
    Golongan: Obat Keras
    Kelas Terapi: Antibiotik
    Kandungan: Erythromycin
    Bentuk: Tablet
    Satuan Penjualan: Strip
    Kemasan: Dus, 10 Strip @ 10 Tablet
    Farmasi: Novartis Indonesia PT
  4. Erythrocin Forte 500 mg 100 Tab
    Golongan: Obat Keras
    Kelas Terapi: Antibiotik
    Kandungan: Erythromycin
    Bentuk: Kapsul
    Satuan Penjualan: Kapsul
    Kemasan: Dus, 10 Strip @ 10 Tablet
    Farmasi: Novartis Indonesia PT
  5. Erythrocin Granules 60 ml
    Golongan: Obat Keras
    Kelas Terapi: Antibiotik
    Kandungan: Erythromycin
    Bentuk: Kapsul
    Satuan Penjualan: Kapsul
    Kemasan: Dus, Botol @ 60 mL
    Farmasi: Novartis Indonesia PT
  6. Erythrocin Kapsul 250 mg
    Golongan: Obat Keras
    Kelas Terapi: Antibiotik
    Kandungan: Erythromycin
    Bentuk: Kapsul
    Satuan Penjualan: Kapsul
    Kemasan: Dus, Botol @ 30 m
    Farmasi: Novartis Indonesia PT

 

Kegunaan

Erythrocin digunakan sebagai Antibiotik untuk membantu mengobati infeksi akut yang disebabkan oleh bakteri.

 

Dosis & Cara penggunaan

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

  1. Erythrocin Drop 100 Mg/2.5 ml 30 ml :
    Dewasa : 1-2 g perhari dalam 2-4 dosis terbagi. Maks 4 g perhari. Anak-anak : 30-50 mg/kgBB/hari dalam 2-4 dosis terbagi
  2. Erythrocin Dry Syr :
    Dewasa : 1-2 g perhari dalam 2-4 dosis terbagi. Maks 4 g perhari. Anak-anak : 30-50 mg/kgBB/hari dalam 2-4 dosis terbagi
  3. Erythrocin Dulcet 200 mg :
    Dewasa : 4 kali sehari 250 mg (tiap 6 jam) atau 2 kali sehari 500 mg (tiap 12 jam). Anak-anak : 30-50 mg/kgBB/hari dalam 2-4 dosis terbagi.
  4. Erythrocin Forte 500 mg 100 Tab:
    Dewasa: Infeksi ringan hingga sedang: 250 mg 4 x sehari atau 500 mg tiap 12 jam; infeksi berat 2-4 g/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam; Sifilis primer 30-40 g dalam dosis terbagi selama 10-15 hari; gonore 500 mg 4 x sehari selama 5 hari. Amebiasis intestinal, dewasa: 250 mg 4 x sehari; anak: 30-50 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi.
  5. Erythrocin Granules 60 ml
    Dewasa : 1-2 g perhari dalam 2-4 dosis terbagi. Maks 4 g perhari. Anak-anak : 30-50 mg/kgBB/hari dalam 2-4 dosis terbagi
  6. Erythrocin Kapsul 250 mg
    Dewasa: Infeksi ringan hingga sedang: 250 mg 4 x sehari atau 500 mg tiap 12 jam; infeksi berat 2-4 g/hari dalam dosis terbagi tiap 6 jam; Sifilis primer 30-40 g dalam dosis terbagi selama 10-15 hari; gonore 500 mg 4 x sehari selama 5 hari. Amebiasis intestinal, dewasa: 250 mg 4 x sehari; anak: 30-50 mg/kgBB/hari dalam dosis terbagi.

 

Efek Samping

Efek Samping yang dapat timbul selama menggunakan Eryhrocin yaitu Diare, Gangguan perut, Kehilangan nafsu makan, Mual dan Muntah.

Kontraindikasi:
Hindari pemberian kepada pasien yang menderita myasthenia gravis (kelemahan otot), kelainan detak jantung, porfiria (penyakit genetik atau tepatnya kelainan darah), dan masalah pada organ ginjal serta hati.

Interaksi Obat:
1. Jika digunakan bersama dengan obat cisapride atau terfenadine dapat menganggu irama jantung.
2. Jika dikonsumsi bersama alprazolam atau midazolam dapat meningkatkan efek mengantuk.
3. Dapat meningkatkan efek keracunan jika dikombinasi dengan colchicine dan digoxin.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Eryhrocin ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

 

Artikel
    Penyakit Terkait