Sukses

Pengertian Erymed

Erymed merupakan sediaan obat yang mengandung Erythromycin. Erymed digunakan untuk membantu mengobati infeksi pada kulit yang disebabkan oleh bakteri. Selain itu, Erymed juga dapat digunakan untuk membantu mengobati jerawat akut dengan mengurangi jumlah jerawat. Erymed bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri. Erymed tersedia dalam sediaan Krim dan Solution untuk penggunaan luar. Hindari penggunaan Erymed pada ibu hamil dan menyusui.

Keterangan Erymed

  1. Erymed Solution
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Jerawat.
    • Kandungan: Erythromycin.
    • Bentuk: Cairan.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 30 mL.
    • Farmasi: Surya Dermato Medica Lab
  2. Erymed Krim
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Jerawat.
    • Kandungan: Erythromycin.
    • Bentuk: Krim.
    • Satuan Penjualan: Tube.
    • Kemasan: Tube 10g, 15 g dan 20 g.
    • Farmasi: Surya Dermato Medica Lab.

Kegunaan Erymed

Erymed digunakan untuk mengobati jerawat dan sebagai antibiotik topikal.

Dosis & Cara Penggunaan Erymed

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Resep Dokter:

Jerawat:
Dewasa: 2-4% Krim/Larutan: Oleskan ke daerah yang terinfeksi 1-2 kali sehari. Hentikan perawatan jika kondisinya memburuk atau jika tidak ada perbaikan setelah 6-8 minggu penggunaan berkelanjutan. Durasi maksimum: 6 bulan.

Efek Samping Erymed

Efek samping yang mungkin terjadi selama penggunaan Erymed antara lain gatal, iritasi dan ruam merah. Bila efek samping menetap bahkan memburuk, hentikan penggunaan Erymed dan konsultasikan ke Dokter.

Kontraindikasi:

  • Hindari penggunaan obat ini dengan pasien yang memiliki Hipersensitif.
  • Pasien yang sedang menggunakan astemizole, terfenadine, cisapride, pimozide, ergotamine atau dihydroergotamine.

Kategori Kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Erymed ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait