Sukses

Pengertian Ersolon

Ersolon adalah obat yang termasuk dalam golongan obat keras dan obat ini mengandung Methylprednisolone. Ersolon digunakan sebagai antiinflamasi obat yang digunakan untuk mengurangi peradangan. Ersolon bekerja dengan menekan sistem kekebalan tubuh.

Keterangan Ersolon

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid.
  • Kandungan: Methylprednisolone 4 mg; Methylprednisolone 16 mg
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Erlimplex.

Kegunaan Ersolon

Obat Ersolon digunakan sebagai antiinflamasi (antiradang).

Dosis & Cara Penggunaan Ersolon

Ersolon merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep Dokter. Selain itu, dosis penggunaan ersolon juga harus dikonsultasikan dengan Dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita

  • Dewasa dan anak usia ≥12 tahun
    • Dosis umum: 4-48 mg / hari sebagai dosis tunggal atau dalam dosis terbagi.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Ersolon

Efek samping penggunaan Ersolon yang mungkin terjadi adalah:

  • Miopati akut (kondisi gangguan otot di dalam tubuh),
  • Sarkoma Kaposi (Kanker yang menyebabkan lesi pada jaringan lunak),
  • Gangguan kejiwaan (misalnya depresi, eufhoria, insomnia, perubahan suasana hati, perubahan kepribadian),
  • Tukak peptik (Sakit pada lapisan esofagus, lambung, atau usus kecil),
  • Jerawat,
  • Kelemahan otot,
  • Penurunan K darah

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi:

  • Riwayat hipersensitif terhadap metilprednisolon atau komponen apa pun dari formulasi
  • Riwayat infeksi jamur sistemik (kecuali injeksi intraartikular untuk kondisi sendi terlokalisasi)
  • Pemberian vaksin hidup atau hidup yang dilemahkan secara bersamaan

Interaksi Obat

  • Obat aminoglutethimide: Dapat menghilangkan penekan adrenal yang diinduksi kortikosteroid
  • Dapat menurunkan kadar isoniazid dalam serum.
  • Agent penipisan K (misalnya: Amfoterisin B, diuretik): Dapat menyebabkan hipokalaemia
  • Kolestyramine: Dapat meningkatkan clearance
  • Penginduksi CYP3A4 (misalnya: Rifampisin, barbiturat): dapat meningkatkan metabolisme
  • Aspirin atau NSAID lain: Dapat menyebabkan efek gangguan saluran pencernaan

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Ersolon ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Artikel
    Penyakit Terkait