Sukses

Pengertian Erphamoxy Forte

Erphamoxy Forte adalah antibiotik berbentuk kaplet yang di produksi oleh Erlimpex. Obat ini mengandung Amoxicillin trihydrate yang diindikasikan untuk pengobatan infeksi sistemik. Amoxicillin merupakan antibiotik golongan beta laktam dan berspektrum luas, aktif terhadap bakteri gram negati dan bakteri gram positif. Bekerja dengan menghambat langkah transpeptidasi akhir sintesis peptidoglikan di dinding sel bakteri dengan mengikat 1 atau lebih protein pengikat penisilin (PBP), sehingga menghambat biosintesis dinding sel yang mengakibatkan lisis bakteri.

Keterangan Erphamoxy Forte

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik
  • Kandungan: Amoxicillin trihydrate 500 mg
  • Bentuk: Kaplet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
  • Farmasi: Erlimpex

Kegunaan Erphamoxy Forte

Erphamoxy Forte diindikasikan untuk mengobati infeksi kulit dan jaringan lunak, infeksi saluran pernapasan atas dan bawah, infeksi saluran kemih dan kelamin, infeksi saluran pencernaan, gonore, demam enterik.

Dosis & Cara Penggunaan Erphamoxy Forte

Erphamoxy Forte merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Erphamoxy Forte juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  • Gonore: 3 g sebagai dosis tunggal.
  • Anak dengan Berat Badan < 20 kg: 20-40 mg/kg berat badan/hari dalam dosis terbagi.
  • Anak dengan Berat Badan > 20 kg dan Dewasa: diminum 3 x sehari dengan dosis 250-500 mg.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius. Lindungi dari kelembaban dan cahaya.

Efek Samping Erphamoxy Forte

Efek samping yang mungkin terjadi selama pengunaan Erphamoxy Forte, antara lain:

  • Mual, muntah, diare.
  • Reaksi seperti penyakit serum.
  • Ruam, anemia.
  • Trombositopenia (jumlah , purpura trombositopenik, eosinofilia, leukopenia, agranulositosis).
  • Jarang, hiperaktif reversibel, agitasi, kecemasan, insomnia, kebingungan.
  • Kejang-kejang, perubahan perilaku, pusing, perubahan warna gigi.

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien yang hipersensitif terhadap amoksisilin dan penisilin lain.

Interaksi Obat

  • Kloramfenikol, makrolida, sulfonamid, dan tetrasiklin dapat mengganggu efek bakterisida amoksisilin.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan.
  • Meningkatkan risiko reaksi alergi jika diberikan bersamaan dengan allopurinol.
  • Tingkat darah meningkat dan berkepanjangan jika diberikan bersamaan dengan probenecid. 

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Erphamoxy Forte ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala: Mual, muntah, diare, gangguan keseimbangan cairan dan elektrolit; crystalluria yang menyebabkan gagal ginjal (dalam beberapa kasus) dan kejang.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional. Pantau keseimbangan air atau elektrolit. Pertahankan asupan cairan dan diuresis yang adekuat. Dapat mempertimbangkan hemodialisis untuk dikeluarkan dari sirkulasi.
Artikel
    Penyakit Terkait