Sukses

Pengertian Ericaf

Ericaf adalah sediaan obat yang mengandung zat aktif Ergotamine dan Caffein. Kombinasi Ergotamine dan Kafein digunakan untuk mencegah dan membantu mengobati sakit kepala sebelah (migrain). Ericaf bekerja dengan cara mencegah perluasan pembuluh darah di kepala yang menjadi penyebab sakit kepala.

Keterangan Ericaf

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antimigran.
  • Kandungan: Ergotamine 1 mg, Caffeine 100 mg.
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
  • Farmasi: Tempo Scan Pacific PT

Kegunaan Ericaf

Ericaf digunakan untuk membantu mengobati migrain.

Dosis & Cara Penggunaan Ericaf

Ericaf termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

Serangan migrain akut
Dewasa: Dosis Awalnya, 2 tablet saat serangan, lalu 1 tablet setiap 30 menit, jika perlu. Maksimal: 6 tablet / hari; 10 tablet / minggu.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius, di tempat kering dan terhindar dari cahaya.

Efek Samping Ericaf

Efek samping penggunaan Ericaf yang mungkin terjadi adalah:

  1. Kehilangan penglihatan sementara.
  2. Gugup, pusing, mati rasa, kantuk, dan vertigo.
  3. Mual dan muntah, sakit perut, diare.
  4. Ruam, urtikaria/ biduran.


Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  1. Penyakit pembuluh darah perifer, penyakit pembuluh darah obliteratif, Hipertensi.
  2. Penggunaan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 yang poten (Antijamur azole, protease inhibitor, antibiotik makrolida).
  3. Gangguan ginjal dan hati yang parah.
  4. Wanita hamil dan menyusui.


Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi saat penggunaan Ericaf:

  1. Ergotamin: Peningkatan reaksi vasospastik dengan penghambat β (Propranolol).
  2. Kafein: Mengurangi pembersihan metabolik dengan mexiletine, fluvoxamine, OC dan simpatomimetik.
  3. Berpotensi Fatal: Peningkatan konsentrasi serum dan toksisitas ergot (misalnya vasospasme dan iskemia serebral / perifer) bila diberikan bersamaan dengan golongan obat penghambat CYP3A4 yang poten (misalnya antijamur azole, inhibitor protease, antibiotik makrolida). Efek vasokonstriktor meningkat bila diberikan bersamaan dengan simpatomimetik (misalnya: Epinefrin), alkaloid ergot, agonis reseptor 5HT1, dan nikotin.

Overdosis

  • Gejala: Mual, muntah, mengantuk, kebingungan, denyut jantung diatas normal, pusing, depresi pernapasan, hipotensi, kejang, syok, koma, gejala dan komplikasi ergotisme.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Tindakan bilasan lambung dapat dipertimbangkan bila kejadian overdosis baru saja terjadi. Pertahankan ventilasi paru yang adekuat, koreksi hipotensi dan kontrol tekanan darah dan kejang. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait