Sukses

Pengertian Ergotika

Ergotika adalah obat yang dikemas dalam bentuk sediaan tablet dan mengandung Co-dergocrine mesylate. Ergotika digunakan untuk pasien yang mengalami penurunan konsentrasi, demensia, pelupa.

Keterangan Ergotika

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: usia lanjut
  • Kandungan: Co-dergocrine mesylate 1 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Ikapharmindo Putramas

Kegunaan Ergotika

Ergotika digunakan untuk penderita yang sudah usia lanjut. dan sudah mengalami penurunan konsentrasi, pelupa. dan sulit bergaul.

Dosis & Cara Penggunaan Ergotika

Ergotika merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan ergotika juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dewasa: 1 tablet diminum 3 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius.

Efek Samping Ergotika

Efek samping penggunaan Ergotika yang mungkin terjadi adalah:

  • Sakit kepala, pusing
  • Bradikardia (denyut jantung dibawah normal)
  • Takikardia (denyut jantung diatas normal)
  • Hipotensi ortostatik (penurunan tekanan darah secara tiba-tiba)
  • Kram perut, mual, muntah, gangguan makan
  • Hidung tersumbat
  • Penglihatan kabur
  • Ruam, kulit memerah

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Psikosis akut atau kronis
  • Penggunaan bersama dengan golongan obat penghambat CYP3A4 kuat

Interaksi Obat

  • Dapat menurunkan konsentrasi plasma ticlopidine.
  • Efek serotonergik yang ditingkatkan bila diberikan bersamaan dengan golongan obat MAOIs, linezolid.
  • Dapat meningkatkan efek merugikan dari agen antipsikotik, metoclopramide.
  • Vasokonstriksi meningkat bile diberikan bersamaan dengan beta-blocker.
  • Dapat mengurangi efek vasodilatasi nitrogliserin.
  • Berpotensi Fatal: Peningkatan konsentrasi plasma, menyebabkan ergotisme, bila digunakan dengan penghambat CYP3A4 yang manjur termasuk penghambat protease (misalnya boceprevir, darunavir, ritonavir), antijamur azol (misalnya ketokonazol, itrakonazol, vorikonazol), dan beberapa antibiotik makrolida (misalnya eritromisin, klaritromisin). , telitromisin).

Overdosis

  • Gejala: hidung tersumbat, kemerahan, sakit kepala, mual, muntah, gemetar, hipotensi, peredaran darah kolaps, koma.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Kosongkan lambung dengan lavage atau emesis lambung tergantung pada tingkat kesadaran pasien, dan pertahankan jalan napas yang adekuat. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait