Sukses

Pengertian Epodion

Epodion adalah obat yang memiliki kandungan eritropoetin sebagai zat aktifnya. Epodion digunakan untuk pengobatan pengobatan anemia pada penderita gagal ginjal kronik, pasien kanker kemoterapi yang mengalami anemia, serta dapat meningkatkan sel darah merah dan mencegah penurunan kadar hemoglobin bagi pasien yang sedang mengalami bedah mayor (operasi organ). Hormon eritropoetin merupakan hormon yang menstimulasi pembentukan sel darah merah pada tubuh. Hormon ini dihasilkan di ginjal dan hati.

Keterangan Epodion

  1. Epodion Syringe 10.000 IU
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Hematopoietik
    • Kandungan: Recombinant human erythropoietin 10.000 IU/mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Syringe
    • Kemasan: Syringe @ 0,3 mL
    • Farmasi: Daewong Infion.
  2. Epodion Syringe 2000 IU
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Obat Hematopoietik
    • Kandungan: Recombinant human erythropoietin 2000 IU/0.5 mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Syringe
    • Kemasan: Box, @ 6 Syringe @ 0,5 mL
    • Farmasi: Daewong Infion.

Kegunaan Epodion

Epodion digunakan untuk pengobatan anemia pada penderita gagal ginjal kronik, dan pasien kanker yang menjalani kemoterapi.

Dosis & Cara Penggunaan Epodion

Epodion merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Epodion juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu. Penggunaan Epodion injeksi harus dilakukan oleh tenaga medis.

Dosis penggunaan Epodion Syringe:

  • Dosis untuk penyakit gagal ginjal kronis: 1 minggu 3 x 1-2 menit dengan dosis awal 50 unit/kgBB.
  • Dosis pemeliharaan: 1 minggu 2-3 x 25-50 unit/kgBB
  • Pada pasien kanker kemoterapi: 1 minggu 3 x 150 unit/kgBB

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu 2-8°C di lemari pendingin, jangan dibekukan.

Efek Samping Epodion

Efek samping yang ditimbulkan dari pemakaian obat tersebut, seperti:

  • Shock
  • Gangguan pada pencernaan
  • Gangguan pembekuan saluran darah
  • Detak jantung di atas normal
  • Timbul luka pada tubuh
  • Ruam kulit
  • Perdarahan pada sistem saraf
  • Dapat menimbulkan penyakit asam urat
  • Mual Muntah
  • Meningkatnya sel darah putih
  • Pembengkakan pada kelopak mata
  • Tekanan darah tinggi.

Kontraindikasi:

  • Tidak dianjurkan pemakaian obat ini untuk pasien yang memiliki tekanan darah tinggi.
  • Tidak dianjurkan bagi pasien yang memiliki kesensitifan pada penggunaan komposisi obat tersebut.
  • Pasien penderita gagal hati kronis.
Artikel
    Penyakit Terkait