Sukses

Pengertian Eflin

Eflin adalah sediaan obat dengan bentuk sirup dan tablet, obat ini diproduksi oleh Meprofarm. Eflin mengandung Pseudoephedrine Hydrochloride, dan Triprolidine Hydrochloride yang digunakan untuk menggobati pilek, hidung tersumbat, sinus (radang dinding sinus), alergi dan kondisi lainnya.

Keterangan Eflin

  1. Eflin Sirup
    • Golongan: Obat Bebas Terbatas.
    • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek/ Antihistamin.
    • Kandungan: Triprolidine HCl 1.25 mg, pseudoephedrine HCl 30 mg.
    • Bentuk: Sirup.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol @ 60 mL.
    • Farmasi: PT Meprofarm.
  2. Eflin Tablet
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Obat Batuk dan Pilek/ Antihistamin.
    • Kandungan: Triprolidine 2.5 mg, pseudoephedrine 60 mg.
    • Bentuk: Tablet.
    • Satuan Penjualan: Strip.
    • Kemasan: Strip @ 10 Tablet.
    • Farmasi: PT Meprofarm.

Kegunaan Eflin

Eflin digunakan untuk mengobati hidung tersumbat yang disertai dengan alergi.

Dosis & Cara Penggunaan Eflin

Eflin merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembelian nya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Eflin juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Eflin Sirup
    • Dewasa: 2 sendok takar (10 mL) diberikan tiap 4-6 jam. Maksimal: 4 dosis dalam 24 jam.
    • Anak usia 6- <12 tahun: 1 sendok takar (5 mL) diberikan tiap 4-6 jam. Maksimal: 4 dosis dalam 24 jam.
  2. Eflin Tablet
    • Dosis dewasa dan anak usia di atas 12 tahun : 3 x sehari 1 tablet. Maksimal: 4 dosis dalam 24 jam.
    • Dosis anak usia 6-12 tahun : 3 x sehari ½ tablet. Maksimal: 4 dosis dalam 24 jam.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 derajat Celcius, serta terhindar dari cahaya.

Efek Samping Eflin

Efek samping penggunaan Eflin yang mungkin terjadi adalah:

  1. Takikardia (meningkatnya detak jantung dari normal).
  2. Mulut kering, sakit perut, diare, mual.
  3. Kelelahan.
  4. Pusing, kantuk.
  5. Gangguan tidur, depresi, halusinasi, gugup.
  6. Ruam.


Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipertensi berat, penyakit arteri koroner berat.
  • Bersamaan atau dalam 14 hari penggunaan Monoamine Oksidase Inhibitor.


Interaksi Obat

  • Efek farmakologis meningkat dengan depresan Sistem Saraf Pusat.
  • Pseudoephedrine: Dapat mengurangi efek farmakologis dari agen antihipertensi yang mengganggu aktivitas simpatis (misal. Methyldopa, guanethidine).
  • Berpotensi Fatal: Krisis hipertensi dapat terjadi ketika pseudoefedrin diberikan bersama MAOI.

Overdosis

  • Gejala: Mengantuk, lesu, pusing, lemas, sulit berkemih, kulit kering, takikardia (meningkatnya detak jantung dari normal), hipertensi, demam tinggi, hiperaktif, lekas marah, kejang dan depresi pernapasan.
  • Penatalaksanaan: Perawatan suportif. Dapat dilakukan tindakan lavage (bilasan) lambung hingga 3 jam setelah konsumsi. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait