Sukses

Pengertian Duodart

Duodart adalah obat yang diproduksi oleh Catalent dan didaftarkan oleh Glaxo Wellcome Indonesia. Obat ini mengandung Dutasteride dan Tamsulosin HCl yang digunakan untuk mengobati dan mencegah hiperplasia (meningkatnya jumlah sel) prostat jinak yang sedang hingga parah pada pria yang di sertai dengan pembesaran prostat. Duodart tidak boleh digunakan untuk ibu hamil dan menyusui.

Keterangan Duodart

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat untuk Gangguan Kandung Kemih & Prostat
  • Kandungan: Dutasteride 0.5 mg, tamsulosin HCl 0.4 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Botol
  • Kemasan: Botol @ 30 Kapsul
  • Farmasi: Catalent / Glaxo Wellcome Indonesia

Kegunaan Duodart

Duodart digunakan untuk mencegah dan mengobati hiperplasia prostat jinak yang sedang hingga parah pada pria yang di sertai dengan pembesaran prostat.

Dosis & Cara Penggunaan Duodart

Duodart merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan duodart juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

Dosis: 1 kapsul diminum 1 kali sehari.

Cara Penyimpanan
Tidak boleh disimpan pada suhu di atas 30 derajat Celcius.

Efek Samping Duodart

Efek samping penggunaan Duodart yang mungkin terjadi adalah:

  • Impotensi (disfungsi ereksi)
  • Penurunan libido (gairah seksual)
  • Pusing
  • Gangguan ejakulasi dan payudara (termasuk nyeri payudara dan pembesaran)

Kontraindikasi
Hidari penggunaan Duodart pada pasien:

  • Di ketahui hipersensitivitas pada dutasteride, tamsulosin HCl, penghambat 5α-reduktase lainnya. - Memiliki riwayat hipotensi ortostatik.
  • Penderita gangguan hati berat.
  • Wanita, anak-anak, dan remaja.

Interaksi Obat

  • Dutasteride: Kemungkinan meningkatkan konsentrasi darah dan menurunkan pembersihan jika diberikan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 (misalnya: Verapamil & diltiazem).
  • Tamsulosin HCl: Meningkatkan efek hipotensi jika diberikan bersamaan dengan obat penurun tekanan darah termasuk agen anestesi, inhibitor PDE5 dan penghambat adrenergik α1 lainnya.
  • Meningkatkan AUC & penurunan clearance jika diberikan bersamaan dengan simetidin. Warfarin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Duodart ke dalam Kategori X:
Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin atau ada bukti risiko pada janin berdasarkan pengalaman manusia. Risiko penggunaan obat ini pada wanita hamil jelas melebihi manfaat yang diharapkan. Obat ini dikontraindikasikan pada wanita hamil dan wanita usia subur yang memiliki kemungkinan hamil.

Overdosis
Tidak ada data yang tersedia berkenaan dengan overdosis Duodart.

Artikel
    Penyakit Terkait