Sukses

Pengertian Dulcolactol

Dulcolactol adalah obat yang di gunakan untuk mengatasi konstipasi (sulit buang air besar). Dulcolactol mengandung Laktulosa yang bekerja dengan cara menarik cairan di dalam tubuh agar feses menjadi lebih lunak, mengubah keasaman feses, serta membantu mencegah pertumbuhan bakteri dalam usus.

Keterangan Dulcolactol

  • Golongan: Obat Bebas
  • Kategori: Laksatif, Pencahar
  • Kandungan: Lactulose 10 g/15 mL
  • Bentuk: Sirup
  • Kemasan: Botol
  • Satuan Penjualan: Botol @ 60ml
  • Farmasi: Aventis Indonesia

Kegunaan Dulcolactol

Dulcolactol digunakan sebagai obat pencahar untuk mengatasi susah buang air besar.

Dosis & Cara Penggunaan Dulcolactol

Dulcolactol merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat bebas sehingga pada setiap pembeliannya tidak harus menggunakan resep Dokter:

  • Untuk dosis dewasa: diminum 1 kali sehari 1-2 sendok makan (15-30ml) selama 3 hari.
  • Anak usia 5-14 tahun: diminum 1 kali sehari 1 sendok makan (15 ml) selama 3 hari.
  • Anak usia 1- 6 tahun: diminum 1 kali sehari 1-2 sendok teh (5-10ml) selama 3 hari.
  • Anak usia < 1tahun: diminum 1 kali sehari 1 sendok teh (5ml) selama 3 hari.
  • Dapat diminum bersamaan dengan makanan untuk mengurangi rasa tidak nyaman pada saluran cerna. Sebaiknya banyak minum air putih selama mengkonsumsi Dulcolactol.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 15-30 derajat Celcius. Lindungi dari cahaya. Jangan didinginkan atau dibekukan.

Efek Samping Dulcolactol

Efek samping penggunaan Dulcolactol yang mungkin terjadi adalah:

  • Ketidakseimbangan elektrolit (pengobatan jangka panjang atau dosis berlebihan).
  • Mual, muntah, diare (dosis tinggi), perut kembung, kram perut, dan nyeri.
  • Dehidrasi.
  • Bila efek samping menetap bahkan memburuk, segera hentikan penggunaan dulcolactol Sirup 60 ml dan konsultasikan ke Dokter.

Kontraindikasi

  • Tidak boleh diberikan kepada pengguna yang memiliki alergi atau hipersensitif.
  • Tidak boleh diberikan pada penderita obstruksi GI (penyumbatan yang terjadi diusus), tukak lambung.
  • Tidak boleh diberikan pada penderita galaktosemia adalah (gangguan metabolik yang langka terkait dengan cara tubuh memproses galaktosa).

Interaksi Obat

  • Dapat mengurangi efek terapeutik dengan glutamin.
  • Dapat meningkatkan kehilangan K yang diinduksi oleh tiazid, steroid dan amfoterisin B.
  • Dapat meningkatkan efek glikosida jantung.
  • Dapat mengurangi efek yang diinginkan dengan antasida yang tidak dapat diserap, neomisin, atau anti-infeksi oral lainnya.

Kategori kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dulcolactol ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis

  • Gejala: Diare, kehilangan elektrolit, sakit perut.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan simtomatik dan suportif. Hentikan pengobatan atau kurangi dosis laktulosa. Berikan penggantian cairan dan elektrolit seperlunya untuk mengatasi kehilangan cairan dalam jumlah banyak yang disebabkan diare atau muntah. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait