Sukses

Pengertian Dotramol

Dotramol adalah obat yang mengandung zat aktif Paracetamol dan Tramadol HCl. Dotramol digunakan sebagai perawatan jangka pendek untuk meredakan nyeri akut. Dotramol bekerja dengan cara menurunkan kadar prostaglandin di dalam tubuh, sehingga dapat mengurangi nyeri. Sedangkan Tramadol bekerja dengan cara mempengaruhi reaksi kimia di dalam otak untuk mengurangi sensasi rasa sakit. Dotramol diproduksi oleh Yarindo Farmatama dalam bentuk sediaan kaplet.

Keterangan Dotramol

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Analgetik (Opioid).
  • Kandungan: Paracetamol 325 mg, Tramadol HCl 37.5 mg.
  • Bentuk: Kaplet Salut Selaput.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Box, 1 Strip @ 10 Kaplet.
  • Farmasi: Yarindo Farmatama.

Kegunaan Dotramol

Dotramol digunakan sebagai perawatan jangka pendek untuk meredakan nyeri akut.

Dosis & Cara Penggunaan Dotramol

Dotramol termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dan resep dokter.

Dewasa dan remaja usia > 16 tahun
Dosis awalnya: 2 kaplet. Maksimal: 8 kaplet / hari. Jarak pemberian obat dengan dosis minimum tidak boleh < 6 jam.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 25 ° C.

Efek Samping Dotramol

Efek samping penggunaan Dotramol yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual
  • Pusing
  • Mengantuk

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitif.
  • Intoksikasi akut jika diberikan bersamaan dengan alkohol, hipnotik, analgesik aksi sentral, opioid atau obat psikotropika.
  • Pasien yang menerima Monoamin Oksidase Inhibitor (MAOI).
  • Gangguan hati berat.
  • Epilepsi tidak dikendalikan oleh pengobatan.
  • Kehamilan dan menyusui.

Interaksi Obat

  • MAOI selektif dan non-selektif.
  • Peningkatan efek sedatif jika diberikan bersamaan dengan alkohol.
  • Mengurangi kemanjuran jika diberikan bersamaan dengan carbamazepine dan penginduksi enzim lainnya.
  • Penurunan efek analgesik bersama agonis-antagonis opioid. SSRI, triptan; Depresan SSP misalnya, turunan opioid lain, barbiturat, benzodiazepin, anxiolitik lainnya, hipnotik, sedatif, antidepresan dan antihistamin, neuroleptik, obat antihipertensi yang bekerja sentral, thalidomide, baclofen; warfarin; ketoconazole, eritromisin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Dotramol ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Pemberian Dotramol yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti miosis, muntah, kolaps kardiovaskular, gangguan kesadaran hingga koma, kejang-kejang, depresi pernafasan yang menyebabkan terhambatnya pernapasan, pucat, mual, muntah, anoreksia, sakit perut, kerusakan hati, kerusakan metabolisme glukosa, asidosis metabolik; gagal hati, gagal ginjal akut dengan nekrosis tubular akut, gangguan irama jantung, pankreatitis.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan perawatan suportif dengan pemeliharaan saluran pernapasan dan fungsi sirkulasi (dibantu oleh tenaga medis profesional). Nalokson dapat digunakan untuk mengembalikan fungsi saluran pernapasan. Kejang dapat dikontrol dengan diazepam.

 

Artikel
    Penyakit Terkait