Sukses

Pengertian Doripex

Doripex adalah antibiotik berbentuk serbuk infus yang diproduksi oleh Bernofarm. Doripex mengandung zat aktif Doripenem yang digunakan untuk mengobati infeksi yang disebabkan oleh bakteri, seperti pielonefritis (infeksi pada ginjal), infeksi intra-abdomen (rongga perut) dengan komplikasi, infeksi saluran kemih dengan komplikasi. Doripex efektif terhadap bakteri yang sudah kebal terhadap antibiotik cephalosporin.

Keterangan Doripex

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Beta Laktam Lainnya
  • Kandungan: Doripenem Monohydrate 500 mg
  • Bentuk: Serbuk Infus
  • Satuan Penjualan: Botol Infus
  • Kemasan: Box, 1 Botol Infus @ 500 mg.
  • Farmasi: Bernofarm

Kegunaan Doripex

Doripex digunakan untuk mengobati infeksi saluran kemih dengan komplikasi, infeksi pada ginjal, infeksi intra-abdomen dengan komplikasi.

Dosis & Cara Penggunaan Doripex

Doripex termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus sesuai anjuran dan resep dokter.

  1. Infeksi saluran kemih dengan komplikasi, Pielonefritis
    500 mg diberikan setiap 8 jam diinfuskan selama 1 jam selama 10 hari. Dapat beralih ke terapi oral yang tepat, setelah setidaknya 3 hari terapi parenteral. Pasien dengan bakteremia bersamaan: Durasi bisa diperpanjang hingga 14 hari.
  2. Infeksi intra-abdominal dengan komplikasi
    500 mg diberikan setiap 8 jam diinfuskan selama 1 jam selama 5-14 hari. Dapat beralih ke terapi oral yang tepat, setelah setidaknya 3 hari terapi parenteral.

Cara Penyimpanan

  • Serbuk infus yang dilarutkan dapat bertahan selama 1 jam sebelum pengenceran dalam kantong infus.
  • Setelah pengenceran serbuk infus dengan NaCl 0,9%, stabil dalam penyimpanan selama 8 jam pada suhu kamar atau selama 24 jam pada suhu antara 2-8 ° C.
  • Stabilitas larutan injeksi ketika diencerkan dengan dekstrosa 5% adalah 4 jam pada suhu kamar atau 24 jam pada suhu antara 2-8 ° C.

Efek Samping Doripex

Efek samping penggunaan Doripex yang mungkin terjadi adalah:

  • Peningkatan enzim hati
  • Kandidiasis oral
  • Anemia
  • Mual
  • Diare
  • Ruam, gatal
  • Sakit kepala

Kontraindikasi
Tidak boleh diberikan pada pasien dengan kondisi:

  • Hipersensitivitas pada Doripenem, agen antibakteri Carbapenem lainnya.
  • Memiliki riwayat reaksi anafilaksis terhadap β-laktam (misalnya: penisilin, sefalosporin).

Interaksi Obat

  • Peningkatan konsentrasi plasma jika diberikan bersamaan dengan probenesid.
  • Dapat menurunkan kadar asam valproat dalam plasma sehingga meningkatkan risiko kejang.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Doripex ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait