Sukses

Pengertian Dobutamine

Dobutamine HCl digunakan untuk mengobati gagal jantung akibat operasi atau melemahnya otot jantung, juga digunakan untuk meningkatkan tekanan darah sistolik. Obat ini bekerja dengan cara merangsang kerja otot jantung dan meningkatkan aliran darah.

Keterangan Dobutamine

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Obat jantung
  • Kandungan: Dobutamine HCI 56.05 mg; 12.5 mg/ ml; 250 mg/ 5 ml; 50 mg/ ml
  • Bentuk: Cairan Injeksi
  • Satuan Penjualan: Vial
  • Kemasan: Vial @ 10 mL ; Ampul @ 5 mL
  • Farmasi: Ethica; Etercon; Combiphar; Natura; Pertiwi Agung; Bernofarm; Dexa Medica.

Merk dagang yang beredar di Indonesia:
Cardiject, Dobucef, Dobutel, Inotrop.

Kegunaan Dobutamine

Dobutamine digunakan uintuk mengobati gagal jantung akibat operasi atau melemahnya otot jantung, serta untuk meningkatkan tekanan darah sistolik.

Dosis & Cara Penggunaan Dobutamine

Dobutamine termasuk dalam golongan obat keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan anjuran dan resep dokter.

Dosis: 2.5-10 mcg/kgBB/menit sebagai infus intravena (pembuluh darah vena).

Cara Penyimpanan:
Simpan pada suhu antara 15-30°C.

Efek Samping Dobutamine

Efek Samping yang mungkin terjadi adalah:
1. Sakit kepala
2. Mual dan muntah
3. Demam tinggi
4. Kaki kram.

Kontraindikasi:
Pasien yang memiliki riwayat stenosis subaortik hipertrofi idiopatik (penebalan septum interventrikular secara asimetris dan tidak proporsional yang berkaitan dengan dinding ventrikel kiri yang bebas).

Interaksi obat:
Kombinasi tanpa penghambat β akan menyebabkan efek α yang dominan, misalnya, HTN dan vasokonstriksi (terjadinya penyempitan pembuluh darah pada bagian tepi tubuh pada ujung-ujung jari kaki atau jari tangan).

Keamanan kehamilan:
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Dobutamine ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Overdosis:

  • Pemberian Dobutamine yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti mual, muntah, anoreksia, sakit kepala, sesak napas, nyeri dada angina dan non-spesifik, jantung berdebar, kecemasan, tremor, hipertensi, hipotensi.
  • Jika terjadi overdosis, segera lakukan pengobatan (dibantu oleh tenaga medis profesional): lindungi jalan napas pasien dan dukung ventilasi dan perfusi. Dapat diberikan metoprolol, esmolol atau agen penghambat β-adrenergik lainnya.
Artikel
    Penyakit Terkait