Sukses

Pengertian Dilmen

Dilmen adalah obat yang mengandung Diltiazem HCl dan dikemas dalam bentuk sediaan tablet. Dilmen digunakan untuk membantu mengobati hipertensi ringan sampai sedang, mengobati angina pektoris (nyeri dada akibat jantung koroner), dan beberapa jenis aritmia (gangguan irama jantung). Dilmen bekerja dengan cara melemaskan otot-otot pembuluh darah koroner dan vasodilatasi koroner (melebarkan pembuluh darah jantung) dengan menghambat masuknya ion Ca.

Keterangan Dilmen

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Antihipertensi
  • Kandungan: Diltiazem HCl 60 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Sanbe Farma

Kegunaan Dilmen

Dilmen digunakan untuk membantu mengobati hipertensi ringan sampai sedang, mengobati angina pektoris (nyeri dada akibat jantung koroner), dan beberapa jenis aritmia (gangguan irama jantung).

Dosis & Cara Penggunaan Dilmen

Dilmen merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan dilmen juga harus dikonsultasikan dengan dokter terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaan nya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Angina pektoris
    • Dewasa: Awalnya: di berikan dosis 60 mg (1 tablet), tingkatkan dosis menjadi 360 mg (6 tablet) setiap hari atau hingga 480 mg (7 tablet) setiap hari jika diperlukan.
    • Lansia: Awalnya: di berikan dosis 120 mg (2 tablet) setiap hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi. Dosis dapat di tingkatkan secara bertahap jika denyut jantung tetap > 50 kali / menit.
  2. Hipertensi
    • Dewasa: Awalnya: di berikan dosis tawaran 90-120 mg di minum 2 kali sehari. Dosis dapat di tingkatkan hingga maksimal 360 mg setiap hari jika diperlukan.
    • Lansia: Awalnya: di berikan dosis 120 mg (2 tablet) setiap hari sebagai dosis tunggal atau dalam 2 dosis terbagi. Dosis dapat di tingkatkan secara bertahap jika denyut jantung tetap > 50 kali / menit.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 25 derajat Celcius, di tempat kering dan terhindar dari cahaya.

Efek Samping Dilmen

Efek samping penggunaan Dilmen yang mungkin terjadi adalah:

  • Kedua kaki bengkak
  • Sakit kepala.
  • Pusing.
  • Hipotensi (Tekanan darah rendah).
  • Mual dan muntah.
  • Diare.
  • Bronkitis (Peradangan pada bronkus).


Kontraindikasi
Hindari pemberian pada pasien yang mengalami bradikardia (denyut jantung melambat).

Interaksi Obat

  1. Dapat meningkatkan kadar statin dalam serum (misalnya: Atorvastatin, lovastatin), carbamazepine, fenitoin.
  2. Dapat meningkatkan efek antihipertensi dengan antihipertensi lainnya (misalnya: Aldesleukin), antipsikotik.

 

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dilmen ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: Hipotensi yang menyebabkan kolaps dan cedera ginjal akut, bradikardia sinus (denyut jantung dibawah normal) dengan atau tanpa disosiasi isoritmia, henti sinus, henti jantung.
  • Penatalaksanaan: Pengobatan suportif dan simptomatik. Kelola gangguan konduksi dan blok jantung dengan pacu jantung. Lakukan lavage lambung dan berikan arang aktif dan / atau kalsium melalui injeksi intravena untuk dukungan ventilasi. Pertimbangkan perawatan korektif seperti atropin, vasopresor (misalnya dopamin, norepinefrin), dan agen inotropik (misalnya isoproterenol, dopamin, dobutamin) untuk bradikardia, hipotensi, dan gagal jantung.
Artikel
    Penyakit Terkait