Sukses

Pengertian Diaramid

Diaramid adalah obat yang diproduksi oleh Samco Farma. Diaramid mengandung Loperamide yang memiliki fungsi sebagai obat antidiare akut yang disebabkan oleh bakteri atau virus yang masuk kedalam pencernaan. Diaramid dapat bekerja dengan cara memperlambat gerakan saluran pencernaan, sehingga usus dapat menyerap cairan dan nutrisi dari makanan yang dikonsumsi dan membuat feses menjadi lebih padat. Diaramid juga berperan dalam mengurangi jumlah cairan yang keluar dan mengobati diare pada pasien yang memiliki penyakit radang usus. Penggunaan Diaramid sebaiknya tidak diberikan pada anak usia > 6 tahun tanpa anjuran dari dokter.

Keterangan Diaramid

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidiare
  • Kandungan: Loperamide HCL 2 mg
  • Bentuk: Tablet Salut Selaput
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 10 Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Samco Farma

Kegunaan Diaramid

Diaramid digunakan untuk mengobati diare.

Dosis & Cara Penggunaan Diaramid

Diaramid termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep dokter:

- Dosis awal pemakaian dewasa: 2 tablet
- Dosis selanjutnya: 1 tablet, dengan maksimal pemakaian 3x sehari
- Sebaiknya obat dikonsumsi setelah buang air besar.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu antara 20-25 ° C.

Efek Samping Diaramid

Efek samping penggunaan Diaramid yang mungkin terjadi adalah:

  • Pusing
  • Terasa lemas
  • Menyebabkan kantuk
  • Menyebabkan konstipasi/sembelit
  • Kembung
  • Mual dan muntah
  • Gangguan pada pencernaan.

Interaksi Obat

  • Penggunaan bersama dengan obat yang mengandung Ritonavir, akan dapat meningkatkan kadar obat Loperamide HCL dalam darah
  • Penggunaan Loperamide bersamaan dengan obat yang mengandung Cholestyramine dapat mengganggu penyerapan obat Lopamide.
  • Jika digunakan bersamaan dengan obat yang mengandung komposisi Metoclopramide, Cisapride dan Erythromycin dapat menurunkan efek dari obat Lopamide tersebut.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Diaramid ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Pemberian Diaramid yang melebihi dosis yang dianjurkan akan menimbulkan gejala, seperti pingsan, kelainan koordinasi, mengantuk, miosis, hipertensi otot dan depresi pernapasan, sembelit, retensi urin, ileus, atau kejadian jantung seperti sinkop, interval QT dan perpanjangan kompleks QRS, gangguan irama jantung ventrikel serius lainnya, dan henti jantung.
  • Jika terjadi overdosis, segera dilakukan pengobatan: Jika muntah terjadi secara spontan, pemberian arang aktif. Jika muntah belum terjadi, dapat melakukan bilas lambung dilanjutkan dengan pemberian arang aktif melalui saluran lambung. Berikan pengobatan nalokson berulang sebagai penangkal jika gejala SSP terjadi. Pantau pasien dengan seksama selama setidaknya 48 jam untuk mendeteksi kemungkinan depresi sistem saraf pusat. Penanganan pasien overdosis hanya boleh dilakukan oleh tenaga medis profesional.

Artikel
    Penyakit Terkait