Sukses

Pengertian Dextofen

Dextofen adalah sediaan obat injeksi yang mengandung Dexketoprofen trometamol. Dextofen dipergunakan untuk mengatasi yeri sedang sampai berat, misalnya sebelum dan sesudah operasi, kolik ginjal (batu ginjal), nyeri rangka. Dextofen injeksi diberikan ketika pemberian melalui mulut (peroral) tidak memungkinkan.

Keterangan Dextofen

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Obat Antiinflamasi Non Steroid (OAINS).
  • Kandungan: Dexketoprofen trometamol 25 mg/mL.
  • Bentuk: Cairan Injeksi.
  • Satuan Penjualan: Ampul.
  • Kemasan: Box, 5 Ampul @ 2 mL.
  • Farmasi: PT Darya Varia Laboratoria.

Kegunaan Dextofen

Dextofen digunakan untuk mengobati nyeri sedang sampai berat, misalnya pasca operasi, kolik ginjal, dan nyeri rangka (skeletal pain).

Dosis & Cara Penggunaan Dextofen

Dextofen termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

Dosis pemberian: diberikan dosis 100-150 mg setiap hari melalui injeksi intramuskular (melalui otot) atau melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah), atau dapat di berikan dosis 50 mg setiap 8-12 jam.

Cara Penyimpanan
Simpan pada tempat bersuhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan terhindar dari cahaya.

Efek Samping Dextofen

Efek samping penggunaan Dextofen yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual, muntah
  • Nyeri pada tempat injeksi
  • Nyeri perut, diare
  • Dispepsia (gangguan pencernaan)

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif terhadap Dexketoprofen atau obat golongan OAINS lainnya.
  • Pasien dengan riwayat serangan asma, bronkospasme, angioedema (Pembengkakan tanpa nyeri dibawah kulit), urtikaria (Kulit melepuh), rinitis akut, atau polip hidung.
  • Tukak atau perdarahan peptikum aktif / diduga / berulang. Dispepsia kronis; Perdarahan saluran pencernaan atau perdarahan aktif lainnya, Penyakit Crohn atau kolitis ulserativa, asma bronkial, gagal jantung yang parah, gangguan hati berat, gangguan ginjal sedang sampai berat, diatesis hemoragik dan gangguan koagulasi lainnya.
  • Kehamilan dan menyusui.

Interaksi Obat

  • Lithium - dexketoprofen meningkatkan kadar lithium di dalam darah.
  • Methotrexate - berisiko menimbulkan kelainan darah.
  • Antikoagulan (misalnya heparin atau warfarin), kortikosteroid, OAINS lain (misalnya diclofenac), obat antiplatelet (misalnya aspirin), pentoxyfylline, dan antidepresan jenis selective serotonin reuptake inhibitors - meningkatkan risiko perdarahan.
  • Ciclosporin atau tacrolimus - merusak fungsi ginjal.
  • Phenytoin dan sulfonamida - dexketoprofen meningkatkan terjadinya efek samping obat tersebut.
  • Obat antihipertensi - dexketoprofen menurunkan efek obat ini.
  • Obat diabetes golongan sulfonylureas (misalnya glibenclamide) - meningkatkan risiko hipoglikemia.

Overdosis

  • Gejala: gangguan makan, mual, muntah, sakit perut, sakit kepala, pusing, vertigo, mengantuk, dan disorientasi.
  • Penatalaksanaan terapi: Pengobatan simtomatik. Berikan arang aktif dalam waktu 1 jam dalam kasus overdosis lebih dari 5 mg / kg. Dapat dihilangkan dengan dialisis (cuci darah). Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait