Sukses

Pengertian Dexanorm

Dexanorm adalah obat dengan komposisi Repaglinide yang digunakan sebagai obat antidiabetes (gula darah) golongan Meglitinides. Dexanorm bekerja dengan menstimulasi pankreas untuk menghasilkan insulin. Obat dengan komposisi Repaglinide merupakan obat dengan dosis tunggal yang dapat dikombinasikan dengan obat diabetes lainnya seperti Metformin dan Tiazolidindion.

Keterangan Dexanorm

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Anti diabetes
  • Kandungan: Repaglinide 1 mg
  • Bentuk: Tablet
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Tablet
  • Farmasi: Dexa Medica.

Kegunaan Dexanorm

Dexanorm digunakan untuk mengontrol kadar gula darah yang dapat dikombinasikan dengan obat anti diabetes lainnya.

Dosis & Cara Penggunaan Dexanorm

Dexanorm termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  • Pasien dengan kadar HbA1c <8%: ½ tablet diminum bersamaan dengan makan.
  • Pasien sebelumnya diobati dengan hipoglikemik oral atau dengan kadar HbA1c ≥8%: 1-2 tablet diberikan sebelum makan.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 30 derajat Celcius, di tempat kering dan terhindar dari cahaya.

Efek Samping Dexanorm

Efek samping penggunaan Dexanorm yang mungkin terjadi adalah:

  • Hipoglikemia (kadar gula darah rendah)
  • Serangan jantung

Kontraindikasi
Hindari penggunaan pada pasien dengan kondisi:

  • Pasien yang hipersensitif
  • Ketoasidosis diabetik dengan atau tanpa koma
  • Penderita diabetes melitus tipe 1 

Interaksi Obat

  • Agen antijamur (misalnya ketokonazol dan mikonazol) dan agen antibakteri (misalnya eritromisin) dapat menghambat metabolisme repaglinida.
  • Rifampisin, barbiturat dan karbamazepin dapat meningkatkan metabolisme repaglinida.
  • Klaritromisin dapat meningkatkan kadar plasma repaglinida.
  • Penggunaan bersama dengan gemfibrozil dapat menyebabkan peningkatan dan efek penurunan glukosa darah berkepanjangan dari repaglinide.
  • NSAID dan obat lain yang sangat terikat dengan protein, salisilat, sulfonamida, kloramfenikol, kumarin, probenesid, MAOI dan agen β-adrenergik dapat mempotensiasi aksi hipoglikemik dari agen penurun glukosa darah oral.
  • Tiazid, diuretik lain, kortikosteroid, fenotiazin, produk tiroid, estrogen, kontrasepsi oral, fenitoin, asam nikotinat, simpatomimetik, obat penghambat saluran Ca, INH cenderung menghasilkan hiperglikemia dan INH dapat menyebabkan hilangnya kontrol glikemik.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dexanorm ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: Reaksi hipoglikemik (misalnya pusing, berkeringat, gemetar, sakit kepala, kejang, kehilangan kesadaran, atau koma).
  • Penatalaksanaan: Gejala hipoglikemik ringan tanpa kehilangan kesadaran atau temuan neurologis dapat diobati dengan glukosa oral dan penyesuaian dosis obat dan / atau pola makan. Hipoglikemia berat harus diobati dengan glukosa melalui injeksi intravena (pembuluh darah). Pantau pasien dengan cermat selama minimal 24-48 jam. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.
Artikel
    Penyakit Terkait