Sukses

Pengertian Dexamethasone

Dexamethasone adalah salah satu obat generik yang di produksi banyak perusahan farmasi. Dexamethasone di gunakan untuk mengobati peradangan, dan menekan kerja sistem imun. Dexamethasone bekerja dengan cara mencegah aktivasi pelepasan zat-zat tertentu di dalam tubuh yang dapat menyebabkan reaksi peradangan.

Keterangan Dexamethasone

  1. Dexamethasone Kaplet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid
    • Kandungan: Dexamethasone 0.5 mg; Dexamethasone 0.75 mg
    • Bentuk: Kaplet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
    • Farmasi: Harsen; Kimia Farma; Indofarma; Bernofarm; Novapharin; Itrasal; Graha Farma; Tempo Scan; Tropica Mas; Promedrahardjo; Molex Ayus; Rama Emerald.
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Flacoid, Prodexon, Diometa, Grathazon, Tridexon, Benodex, Selexon, Faridexon, Etadex, 
  2. Dexamethasone Tablet
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid
    • Kandungan: Dexamethasone 0.5 mg; Dexamethasone 0.75 mg
    • Bentuk: Tablet
    • Satuan Penjualan: Strip
    • Kemasan: Strip @ 10 Kaplet
    • Farmasi: Sanbe Farma; Kimia Farma; Phapros; Tempo Scan Pacific; Erela; Novapharin; Holi Pharma; Indofarma.
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Vienazio, Indexon, Carbidu, Dexanel, Ermethasone, Molacort, Dexicorta, Kalmethasone
  3. Dexamethasone Injeksi
    • Golongan: Obat Keras
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid
    • Kandungan: Dexamethasone 5 mg/ mL
    • Bentuk: Cairan Injeksi
    • Satuan Penjualan: Ampul; Vial
    • Kemasan: Ampul @ 1 mL; Vial @ 10 mL
    • Farmasi: Sanbe Farma; Meprofarm; Phapros; Indofarma; Harsen; Kimia Farma.
    • Merk dagang yang beredar di Indonesia: Indexon, Corsona, Benodex, Etasone, Cortidex.

Kegunaan Dexamethasone

Dexamethasone digunakan untuk mengobati peradangan.

Dosis & Cara Penggunaan Dexamethasone

Dexamethasone termasuk dalam golongan obat keras sehingga hanya bisa didapatkan dan digunakan berdasarkan resep dokter.

  1. Dexamethasone Tablet dan Kaplet
    • Dewasa:
      • Dosis awal: di berikan dosis 0,5-9 mg setiap hari dalam dosis terbagi. Maksimal: 1,5 mg setiap hari.
      • Dosis bersifat individual dan disesuaikan dengan respons pasien.
    • Anak
      • Dosis awal: di berikan dosis 0,02-0,3 mg/kg berat badan setiap hari dalam 3-4 dosis terbagi. Dosis tergantung pada tingkat keparahan penyakit dan respons pasien.
    • Eksaserbasi akut pada sklerosis multipel, Dewasa
      • Dosis awal: di berikan dosis 30 mg setiap hari selama 1 minggu, di lanjutkan dengan dosis 4-12 mg setiap hari selama 1 bulan.
  2. Dexamethasone Injeksi
    • Dewasa
      • Dosis awal: dosis 0,4-20 mg / hari diberikan melalui injeksi intravena (pembuluh darah)/ intranuskular (melalui otot) tergantung pada kondisi yang diobati, dosis dapat dipertahankan atau disesuaikan sampai tercapai respon yang memuaskan.
    • Anak
      • Dosis pemberian: dosis 167-333 mcg / kg berat badan setiap hari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25 derajat Celcius.

Efek Samping Dexamethasone

Efek samping penggunaan Dexamethasone yang mungkin terjadi adalah:

  • Penambahan berat badan.
  • Sindrom Cushing, obesitas.
  • Osteoporosis (pngroposan tulang)
  • Sakit kepala, atrofi otot.
  • Euforia (kegembiraan yang berlebihan)
  • Depresi
  • Kerapuhan kulit
  • Gangguan psikiatrik
  • Imunosupresi (penurunan sistem imun)
  • Iritasi mata

Kontraindikasi

  • Tidak boleh di berikan pada penderita infeksi jamur sistemik; infeksi sistemik kecuali dirawat dengan anti-infeksi spesifik.
  • Tidak boleh di berikan bersamaan dengan pemberian vaksin

Interaksi Obat

  • Penurunan konsentrasi plasma dengan inBoxer CYP3A4 (misalnya: Barbiturat, karbamazepin, efedrin, fenitoin, rifabutin, rifampisin).
  • Peningkatan konsentrasi plasma jika di berikan bersamaan dengan inhibitor CYP3A4 (misalnya: Erythromycin, ketoconazole, ritonavir).
  • Dapat meningkatkan pembersihan salisilat ginjal.
  • Dapat meningkatkan efek hipokalaemik diuretik (acetazolamide, loop, thiazide), injeksi amfoterisin B, kortikosteroid, karbenoksolon, dan agen penipisan K.
  • Dapat meningkatkan efek antikoagulan warfarin.
  • Berpotensi Fatal: Dapat mengurangi efek terapi dari vaksin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dexamethasone ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala: Reaksi anafilaksis dan hipersensitivitas.
  • Penatalaksanaan: Perawatan suportif. Dapat diberikan adrenalin, aminofilin; berikan ventilasi tekanan positif. Penanganan pasien overdosis hanya dapat dilakukan oleh tenaga medis profesional.