Sukses

Pengertian Dexaharsen

Dexaharsen adalah sediaan obat dengan kandungan zat aktif Dexamethasone yang diproduksi oleh Harsen. Dexaharsen digunakan untuk mengatasi peradangan dan reaksi alergi yang berupa gatal-gatal di kulit, dermatitis atau eksim, pembengkakan akibat radang, radang sendi, asma bronkhial, reaksi alergi obat dan sebagainya. Dexaharsen termasuk dalam obat golongan kortikosteroid yaitu antiinflamasi yang berperan dalam mengurangi atau menekan proses peradangan dan alergi yang terjadi pada tubuh.

Keterangan Dexaharsen

  1. Dexaharsen Kaplet
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid.
    • Kandungan: Dexamethasone 0.5 mg; Dexamethasone 0.75 mg.
    • Bentuk: Kaplet.
    • Satuan Penjualan: Strip; Botol Plastik.
    • Kemasan: Box, 25 Strip @ 10 Kaplet; Botol Plastik @ 100 Kaplet.
    • Farmasi: Harsen.
  2. Dexaharsen Ampul
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid.
    • Kandungan: Dexamethasone 5 mg/ ml.
    • Bentuk: Cairan Injeksi.
    • Satuan Penjualan: Ampul.
    • Kemasan: Box, 1 Strip @ 5 Ampul @ 1 ml.
    • Farmasi: Harsen.
  3. Dexaharsen Vial
    • Golongan: Obat Keras.
    • Kelas Terapi: Hormon Kortikosteroid.
    • Kandungan: Dexamethasone 5 mg/ ml.
    • Bentuk: Cairan Injeksi.
    • Satuan Penjualan: Vial.
    • Kemasan: Box, 1 Vial @ 10 ml.
    • Farmasi: Harsen.

Kegunaan Dexaharsen

Dexaharsen memiliki kegunaan sebagai terapi peradangan, alergi dan penyakit lain yang responsif terhadap glukokortikoid.

Dosis & Cara Penggunaan Dexaharsen

Dexaharsen termasuk dalam golongan obat keras, sehingga penggunaannya harus dikonsultasikan dengan dokter:

  1. Dexaharsen Kaplet
    • Dosis awal: diberikan dosis 0.75-9 mg perhari, diminum 2-4 kali sehari tergantung dari keparahan penyakit.
    • Penyakit ringan: diberikan dosis < 0.75 mg.
    • Penyakit berat: diberikan dosis > 9 mg.
  2. Dexaharsen Injeksi
    • Syok
      • Dewasa: 1,67-5 mg / kg berat badan secara perlahan selama beberapa menit, pemberian dapat diulang dalam 2-6 jam sampai kondisinya stabil dan biasanya hingga 72 jam. Atau, dosis awal dapat dilanjutkan dengan infus berkelanjutan 2,5 mg / kg berat badan per 24 jam. Diberikan melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah)
      • Anak: 167-333 mcg / kg berat badan setiap hari. Diberikan melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah)
    • Edema serebral yang disebabkan oleh keganasan.
      • Dosis awalnya: 8,3 mg diberikan melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) dilanjutkan dengan oleh 3,3 mg melalui injeksi intramuskular (melalui otot) 6 jam sampai gejala mereda, dosis dapat dikurangi setelah 2-4 hari dan secara bertahap. Hentikan pemberian selama 5-7 hari.
    • Neoplasma berulang atau tidak dapat dioperasi
      • Dosis pemeliharaan: 1,7 mg diberikan 2-3 kali sehari. Diberikan melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) atau melalui injeksi intramuskular (melalui otot)
    • Anti-inflamasi atau imunosupresif
      • Dosis awal: 0,4-20 mg / hari tergantung pada kondisi yang sedang dirawat, dapat dipertahankan atau disesuaikan sampai respon yang memuaskan tercapai. Diberikan melalui injeksi intravena (melalui pembuluh darah) atau melalui injeksi intramuskular (melalui otot)

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu di bawah 25°C.

Efek Samping Dexaharsen

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Dexaharsen, antara lain:

  • Lemah otot.
  • Osteoporosis.
  • Tukak peptik (luka pada lambung yang menyebabkan keluhan sakit mag).
  • Gangguan penyembuhan luka.
  • Keringat berlebih.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan siklus haid.

Kontraindikasi
Hindari penggunaan Dexaharsen pada pasien yang memiliki indikasi:

  • Hipersensitif terhadap komponen obat ini.
  • Infeksi aktif yang tidak diobati.

Interaksi Obat
Berikut adalah beberapa Interaksi obat yang umumnya terjadi pada Dexaharsen:

  • Menaikkan risiko dari hipokalemia ketika digunakan bersama obat yang dapat menipiskan kalium seperti amphotericin B dan diuretic loop.
  • Mengurangi effisiasi dari isoniazid, salisilat, vaksin dan toxoid.
  • Menaikkan aktivitas dexamethasone dan cyclosporin ketika digunakan bersamaan.
  • Penggunaan bersamaan dengan aspirin atau ethanol dapat menyebabkan gangguan pencernaan.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Dexaharsen ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala overdosis Dexamethasone antara lain reaksi anafilaksis dan hipersensitivitas.
  • Jika terjadi overdosis, berikan pengobatan suportif (oleh tenaga medis). Dapat diberikan adrenalin, aminofilin; berikan ventilasi tekanan positif.
Artikel
    Penyakit Terkait