Sukses

Pengertian Desolex

Desolex merupakan obat yang mengandung Desonide. Desolex berguna untuk membantu mengobati penyakit kulit, seperti: gatal-gatal, luka bakar karena sinar matahari, peradangan pada kulit yang sudah terlalu lama. Desonide bekerja dengan menekan pembentukan inflamasi atau anti pembengkakan.

Keterangan Desolex

  1. Desolex Salep
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid Topikal.
    • Kandungan: Desonide 0.5 mg.
    • Bentuk: Salep.
    • Satuan Penjualan: Tube.
    • Kemasan: Tube @ 10 Gram.
    • Farmasi: Surya Dermato Medica Lab
  2. Desolex Krim
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid Topikal.
    • Kandungan: Desonide 0.05 mg.
    • Bentuk: Krim.
    • Satuan Penjualan: Tube.
    • Kemasan: Tube @ 10 Gram.
    • Farmasi: Surya Dermato Medica Lab
  3. Desolex Lotion
    • Golongan: Obat keras
    • Kelas Terapi: Kortikosteroid Topikal.
    • Kandungan: Desonide 0.05 mg.
    • Bentuk: Lotion.
    • Satuan Penjualan: Botol.
    • Kemasan: Botol 10 mL dan 30 mL.
    • Farmasi: Surya Dermato Medica Lab

Kegunaan Desolex

Desolex digunakan untuk pengobatan dermatosis (peradangan pada kulit) yang responsif terhadap kortikosteroid topikal.

Dosis & Cara Penggunaan Desolex

Obat ini termasuk dalam golongan Obat Keras, maka dari itu penggunaan obat ini harus dengan Anjuran dan Resep Dokter.

Dewasa: Oleskan Desolex 2-4 kali sehari pada kulit yang mengalami peradangan.

Efek Samping Desolex

Efek samping yang mungkin terjadi pada penggunaan Desolex, seperti: iritasi kulit, rasa terbakar pada kulit, terjadi pengelupasan kulit pada bagian yang sedang diberi pengobatan.

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien yang mengalami infeksi kulit akibat virus (misal. Vaccinia, herpes simpleks), Tuberkulosis, jerawat.

Interaksi Obat
Efek meningkat ika di berikan bersamaan dengan kortikosteroid topikal lainnya.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Desolex ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

 

Artikel
    Penyakit Terkait