Sukses

Pengertian Desdin

Desdin adalah obat berbentuk sirup yang digunakan untuk meredakan gejala rhinitis alergi dan urtikaria idiopatik kronis. Obat ini memiliki kandungan berupa desloratadine, yang merupakan golongan antihistamin.

Desloratadine bekerja dengan cara memblok histamin sehingga alergi tidak muncul setelah penggunaan obat ini.

Artikel Lainnya: Cara Rumahan untuk Redakan Gejala Alergi

Keterangan Desdin

Berikut adalah keterangan Desdin, mulai dari golongan obat hingga harga:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antihistamin dan Antialergi.
  • Kandungan: Desloratadine 2.5 mg/ 5 mL.
  • Bentuk: Sirup.
  • Satuan Penjualan: Botol.
  • Kemasan: Botol @ 60 mL.
  • Farmasi: PT Lapi Laboratories.
  • Harga: Rp86.000 - Rp115.000/ Botol.

Kegunaan Desdin

Desdin digunakan untuk mengurangi gejala rhinitis alergi dan urtikaria idiopatik kronis.

Artikel Lainnya: Cara Bedakan Rhinitis Alergi dan Pilek Flu

Dosis dan Cara Penggunaan Desdin

Desdin termasuk obat keras yang harus melalui resep dokter.

Adapun aturan penggunaan obat Desdin secara umum adalah:

  • Anak usia > 12 tahun dan dewasa: diminum 1 kali sehari, 2 sendok teh (10 mL).
  • Anak usia 6-11 tahun: diminum 1 kali sehari, 1 sendok teh (5 mL).
  • Anak usia 1-5 tahun: diminum 1 kali sehari, ½ sendok teh (2.5 mL).

Cara Penyimpanan Desdin

Simpan pada suhu 15-30 derajat Celsius.

Efek Samping Desdin

Efek samping yang dapat muncul pada penggunaan Desdin meliputi:

  • Mual.
  • Muntah.
  • Sakit perut.
  • Dispepsia.
  • Diare.
  • Demam.
  • Insomnia.
  • Mulut kering.
  • Rasa lelah.
  • Sakit kepala.
  • Gangguan jantung.
  • Gangguan hati dan kandung empedu.
  • Reaksi hipersensitivitas.

Artikel Lainnya: Delapan Mitos Alergi Anak, Bagaimana Faktanya?

Kontraindikasi

Hindari penggunaan obat pada pasien yang hipersensitif terhadap kandungan dari Desdin.

Interaksi Obat

Obat Desdin dapat meningkatkan kadar desloratadine dalam plasma bila digunakan bersamaan dengan inhibitor enzim CYP3A4, seperti:

  • Cimetidine.
  • Amprenavir.
  • Erythromycin.
  • Azithromycin.
  • Fluoxetine.
  • Ketoconazole. 
  • Furanocoumarin (ditemukan dalam jeruk).

Kategori Kehamilan

Kategori C: Penelitian pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin. Meski demikian, belum ada penelitian yang cukup baik pada wanita hamil. Obat hanya dapat diberikan apabila manfaatnya melebihi potensi risiko.

Peringatan Menyusui

Obat ini tidak dianjurkan untuk digunakan saat menyusui karena risiko efek samping pada bayi. Namun, jika obat ini diperlukan, maka menyusui harus dihentikan.

Artikel
    Penyakit Terkait