Sukses

Pengertian Deferasirox

Deferasirox adalah obat generik yang diproduksi dalam bentuk sediaan tablet dispersible. Deferasirox digunakan untuk mengatasi tingginya kadar zat besi pada tubuh yang disebabkan oleh transfusi darah berulang. Deferasirox juga dapat mengatasi tingginya kadar zat besi pada pasien dengan kelainan darah yang tidak memerlukan transfusi darah misalnya thalassemia (non-transfusion dependent thalassemia).

Keterangan Deferasirox

  • Golongan: Obat Keras
  • Kelas Terapi: Antidot dan Agen Detoksifikasi
  • Kandungan: Deferasirox 250 mg
  • Bentuk: Tablet Dispersible
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Box, 3 Strip @ 10 Tablet; Box, 4 Strip @ 7 Tablet
  • Farmasi: Novell Pharmaceutical Lab; Dankos Farma/ Kalbe Farma

Merk dagang yang beredar di Indonesia:
Dextron, Exjade, Kalsirox.

Kegunaan Deferasirox

Deferasirox digunakan untuk mengatasi tingginya kadar zat besi didalam tubuh yang disebabkan oleh transfusi darah berulang atau pada pasien dengan kelainan darah.

Dosis & Cara Penggunaan Deferasirox

Deferasirox merupakan obat yang termasuk ke dalam golongan obat keras sehingga pada setiap pembeliannya harus menggunakan resep dokter. Selain itu, dosis penggunaan Deferasirox juga harus dikonsultasikan dengan dokter dan apoteker terlebih dahulu sebelum digunakan, karena dosis penggunaannya berbeda-beda setiap individu tergantung berat tidaknya penyakit yang diderita.

  1. Kelebihan zat besi
    Diberikan dosis 20 mg/kg berat badan diminum sekali sehari. Dosis maksimum 40 mg/kg berat badan/hari.
  2. Thalassemia
    Diberikan dosis 10 mg/kg berat badan diminum sekali sehari.

Cara Penyimpanan
Simpan pada suhu 25°C. Lindungi dari kelembaban.

Efek Samping Deferasirox

Efek samping penggunaan Deferasirox yang mungkin terjadi adalah:

  • Mual dan Muntah
  • Sakit perut
  • Pusing
  • Sakit kepala
  • Gelisah
  • Sulit tidur (insomnia)
  • Ruam kulit, perubahan warna kulit
  • Batuk
  • Hidung tersumbat.

Kontraindikasi
Hindari pemberian pada pasien yang memiliki hipersensitif (reaksi berlebihan atau sangat sensitif) terhadap kandungan dalam obat tersebut.

Interaksi Obat

  • Cholestyramine
  • Midazolam
  • Repaglinide
  • Rifampin

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengategorikan Deferasirox ke dalam Kategori C:
Studi pada hewan telah menunjukkan efek buruk pada janin (teratogenik atau embriosidal atau lainnya) dan tidak ada studi terkontrol pada wanita atau studi pada wanita dan hewan tidak tersedia. Obat diberikan hanya jika manfaat yang yang diperoleh lebih besar dari potensi risiko pada janin.

Overdosis

  • Gejala overdosis Deferasirox antara lain mual, muntah, sakit kepala, diare, hepatitis.
  • Jika terjadi overdosis, berikan pengobatan simtomatik (oleh tenaga medis). Induksi emesis (muntah) atau lakukan bilas lambung.
Artikel
    Penyakit Terkait