Sukses

Pengertian Decatona

Decatona adalah obat antikejang yang mengandung phenytoin sodium dan diproduksi oleh Harsen. Obat ini berfungsi untuk menangani kejang, khususnya yang disebabkan oleh epilepsi

Kandungan yang terdapat dalam Decatona dapat membantu aliran listrik di otak lebih seimbang. Dengan demikian, gejala kejang pun bisa berkurang. 

Decatona adalah obat keras. Karena itu, pembelian dan penggunaannya harus dibicarakan lebih dulu kepada dokter. 

Artikel Lainnya: Bahaya Kejang pada Penderita Epilepsi

Keterangan Decatona

Sebelum digunakan, perhatikan keterangan obat Decatona berikut ini:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antikejang.
  • Kandungan: Phenytoin Sodium 30 mg; Phenytoin Sodium 100 mg.
  • Bentuk: Kapsul.
  • Satuan Penjualan: Botol Plastik.
  • Kemasan: Botol Plastik @ 100 Kapsul.
  • Farmasi: Harsen.
  • Harga Decatona 30 mg: Rp. 50.000 – Rp. 100.000/ Botol.
  • Harga Decatona 100 mg: Rp. 90.000 – Rp. 150.000/ Botol.

Kegunaan Decatona

Decatona digunakan untuk menangani epilepsi grand mal serta masalah psikomotorik.

Artikel Lainnya: Pertolongan Pertama Saat Penderita Epilepsi Alami Kejang

Dosis & Cara Penggunaan Decatona

Decatona termasuk obat keras dan hanya bisa didapatkan dengan resep atau anjuran dokter.

Secara umum, aturan penggunaan obat Decatona adalah sebagai berikut:

  1. Dewasa

  • Dosis awal: 3-4 mg/kgBB per hari, atau 150-300 mg per hari sebagai dosis tunggal atau dalam dosis terbagi. Sesuaikan dosis selanjutnya bila perlu.
  • Dosis pemeliharaan: 200-500 mg setiap hari.
  1. Anak

  • Dosis awal: 5 mg/kgBB per hari dalam dua dosis terbagi. 
  • Dosis maksimal: 300 mg setiap hari.
  • Dosis pemeliharaan: 4-8 mg/kgBB per hari dalam dosis terbagi.

Cara Penyimpanan Decatona

Simpan pada 20-25 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk, serta terhindar dari sinar matahari langsung.

Efek Samping Decatona

Efek samping penggunaan Decatona yang dapat terjadi, antara lain:

  • Sembelit.
  • Mual muntah.
  • Gemetar.
  • Mengantuk.
  • Gugup.
  • Anemia megaloblastik.
  • Gangguan berbicara.
  • Gangguan mental.
  • Nistagmus (gerakan bola mata yang tidak terkendali).
  • Ataksia (gangguan saraf yang memengaruhi keseimbangan serta koordinasi). 
  • Ruam morbilliform.

Artikel Lainnya: Benarkah Kopi Hitam Bisa Cegah Bayi Alami Kejang?

Overdosis

Penggunaan Decatona secara berlebihan dapat mengakibatkan beberapa kondisi berikut:

  • Gemetar.
  • Lesu.
  • Mual dan muntah.
  • Nistagmus.
  • Ataksia.
  • Disartria (terhambatnya proses berbicara).
  • Hipotensi (tekanan darah rendah).
  • Depresi pernapasan dan peredaran darah.
  • Koma.

Bila terjadi overdosis, tindakan penanganan yang diberikan oleh dokter meliputi: 

  • Pengosongan perut, dalam 4 jam setelah konsumsi.
  • Menggunakan tindakan pendukung, misalnya oksigen, untuk depresi sistem saraf pusat, pernapasan, dan jantung.
  • Cuci darah. 

Kontraindikasi

Hindari penggunaan Decatona pada orang yang hipersensitif terhadap kandungan obat.

Interaksi Obat

Decatona tidak boleh digunakan bersamaan dengan obat-obat berikut:

  • Klordiazepoksid.
  • Kloramfenikol.
  • Diazepam.
  • Delavirdine.
  • Dikumarol.
  • Fenilbutazon.
  • Disulfiram.
  • Tolbutamid.
  • Amiodaron.Estrogen.
  • Antagonis H2.
  • Halotan.
  • Isoniazid.
  • Sulfonamid.
  • Metilfenidat.
  • Fenotiazin.
  • Salisilat.
  • Vitamin D.
  • Suksinimid.
  • Tradozan.
  • Furosemid.
  • Antidepresan trisiklik.
  • Kortikosteroid.
  • Teofilin.
  • Kumarin.
  • Digitoksin.
  • Kontrasepsi oral.
  • Doksisiklin.
  • Kuinidin.
  • Rifampisin.
  • Estrogen.

Artikel Lainnya: Orang Tua Harus Tahu Perbedaan Kejang Demam dan Epilepsi pada Anak

Kategori Kehamilan

Kategori D. Artinya, terdapat bukti bahwa obat dapat menimbulkan efek merugikan pada janin manusia. Namun, obat mungkin bisa digunakan jika manfaatnya pada wanita hamil lebih banyak ketimbang risiko pada janin.  

Peringatan Menyusui

Decatona disekresikan ke dalam ASI. Konsultasikan kepada dokter sebelum mengonsumsi obat ini.

Artikel
    Penyakit Terkait