Sukses

Pengertian Dalacin C

Dalacin C merupakan antibiotik yang diproduksi oleh Pfizer Indonesia. Dalacin C mengandung clindamycin yang merupakan antibiotik yang di gunakan untuk mengobati infeksi bakteri secara luas, mengobati infeksi pada saluran nafas atas dan bawah, infeksi kulit dan jaringan lunak dan infeksi serius lainnya. Dalacin C bekerja dengan menghentikan pertumbuhan bakteri.

Keterangan Dalacin C

  • Golongan: Obat keras
  • Kelas Terapi: Antibiotik Makrolida
  • Kandungan: Clindamycin 150 mg; Clindamycin 300 mg
  • Bentuk: Kapsul
  • Satuan Penjualan: Strip
  • Kemasan: Strip @ 10 Kapsul
  • Farmasi: Pfizer Indonesia.

Kegunaan Dalacin C

Dalacin C digunakan untuk mengobati infeksi bakteri sistemik.

Dosis & Cara Penggunaan Dalacin C

Obat Keras. Harus dengan Resep Dokter.

  • Servisitis akibat Chlamydia trachomatis:
    Di berikan dosis 450 mg, di minum 4 kali sehari selama 10-14 hari.
  • Infeksi Serius:
    Di berikan dosis 150-300 mg, di minum 4 kali sehari.
  • Infeksi yang lebih serius:
    Di berikan dosis 300-450 mg, di minum 4 kali sehari.
  • Anak:
    Di berikan dosis 8-16 mg/kg berat badan setiap hari dalam 3 atau 4 dosis terbagi.

Efek Samping Dalacin C

Efek Samping yang mungkin muncul selama penggunaan Dalacin C, antara lain:

  • Gangguan saluran pencernaan
  • Kelainan fungsi hati
  • Ruam makulopapular
  • Urtikaria (gatal biduran)
  • Leukopenia (jumlah leukosit kurang dari normal)
  • Agranulositosis (sumsum tulang gagal membentuk granulosit)
  • Trombositopenia (jumlah trombosit kurang dari normal)

Kontraindikasi
Tidak boleh di berikan pada pasien yang hipersensitif terhadap clindamycin atau lincomycin dan pada penderita diare.

Interaksi Obat
Tidak boleh di berikan bersamaan dengan eritromisin.

Kategori Kehamilan
Badan Pengawas Obat dan Makanan Amerika Serikat (FDA) mengkategorikan Dalacin C ke dalam Kategori B:
Studi pada reproduksi hewan tidak menunjukkan risiko janin, tetapi tidak ada studi terkontrol pada wanita hamil atau studi reproduksi hewan telah menunjukkan efek buruk (selain penurunan kesuburan) yang tidak dikonfirmasi dalam studi terkontrol pada wanita hamil trimester pertama (dan tidak ada bukti risiko pada trimester berikutnya).

Artikel
    Penyakit Terkait