Sukses

Pengertian Cytostol

Cytostol adalah obat berbentuk tablet yang diproduksi oleh Combiphar. Obat ini mengandung misoprostol yang digunakan untuk menangani tukak lambung, GERD (gastroesophageal reflux disease), dan kondisi lainnya.

Misoprostol berfungsi melindungi lapisan saluran pencernaan dengan menghambat produksi asam basal, mengurangi volume sekresi lambung, serta meningkatkan sekresi bikarbonat dan lendir. 

Artikel Lainnya: Perbedaan Infeksi Lambung karena Bakteri atau Luka

Keterangan Cytostol

Berikut adalah keterangan obat Cytostol yang sebaiknya diketahui:

  • Golongan: Obat Keras.
  • Kelas Terapi: Antasida, Agen Antirefluks, dan Antiulseran.
  • Kandungan: Misoprostol 200 mcg.
  • Bentuk: Tablet.
  • Satuan Penjualan: Strip.
  • Kemasan: Strip @ 6 Tablet.
  • Farmasi: Combiphar.
  • Harga: -

Kegunaan Cytostol

Fungsi obat Cytostol adalah untuk mengatasi tukak lambung, GERD, ulkus duodenum, dan kondisi lainnya.

Artikel Lainnya: Kenali Penyakit yang Sering Menyerang Lambung

Dosis & Cara Penggunaan Cytostol

Cytostol adalah obat keras yang membutuhkan resep dokter.

Secara umum, aturan penggunaan obat Cytostol adalah sebagai berikut:

  1. Tukak lambung, ulkus duodenum, ulserasi yang berhubungan dengan obat antiinflamasi nonsteroid (OAINS)

  • Dewasa: 4 tablet setiap hari dalam 2-4 dosis terbagi untuk setidaknya 4 minggu.
  1. Penghentian kehamilan (durasi 49 hari atau kurang)

  • Dewasa: 2 tablet sebagai dosis tunggal, diberikan 36-48 jam setelah mifepristone.
  1. Pencegahan tukak yang diinduksi oleh OAINS 

  • Dewasa: 1 tablet diminum 2-4 kali sehari, jika tidak ditoleransi. Bisa dikurangi menjadi ½ tablet diminum 4 kali sehari.

Cara Penyimpanan Cytostol

Simpan di bawah 25 derajat Celsius, di tempat kering dan sejuk.

Efek Samping Cytostol

Efek samping penggunaan Cytostol yang dapat timbul adalah: 

  • Diare
  • Perut kembung.
  • Sakit perut.
  • Mual muntah.
  • Ruam.
  • Pusing. Sakit kepala.
  • Peningkatan kontraktilitas uterus.
  • Jarang: hipotensi.
  • Berpotensi fatal: syok toksik dan syok septik setelah infeksi.

Artikel Lainnya: Sakit Mag dan Tukak Lambung, Apa Bedanya?

Overdosis

Penggunaan Cytostol yang melebihi dosis dapat menyebabkan beberapa gejala berikut:

  • Kejang.
  • Mengantuk.
  • Gemetar.
  • Sesak napas.
  • Diare.
  • Sakit perut.
  • Demam.
  • Jantung berdebar.
  • Hipotensi.
  • Bradikardia.

Apabila terjadi overdosis, dapat diberikan perawatan suportif oleh dokter.

Kontraindikasi

Hindari penggunaan obat Cytostol pada wanita hamil.

Artikel Lainnya: Apakah Semua Gangguan Lambung Bisa Diatasi dengan Antasida?

Interaksi Obat

Cytostol sebaiknya tidak digunakan bersamaan dengan obat-obatan ini:

  • Antasida dengan kandungan Mg, bisa memperparah diare yang dipicu misoprostol.
  • Obat oksitosin atau agen induksi persalinan lainnya, bisa meningkatkan efek uterotonic.

Kategori Kehamilan

Kategori X: Studi pada hewan atau manusia telah menunjukkan kelainan pada janin. 

Peringatan Menyusui

Cytostol terserap ke dalam ASI. Walaupun tidak ada laporan mengenai efek samping pada bayi yang disusui, penggunaan Cytostol pada wanita menyusui harus tetap diwaspadai dan dikonsultasikan kepada dokter.

Artikel
    Penyakit Terkait